Netral English Netral Mandarin
05:41wib
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memprediksi, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 202. Pemerintah mengakui kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan akibat transmisi lokal varian Omicron dalam sepekan terakhir.
Pesan Natal IKA USU Jakarta dan Sekitarnya: Amalkan Kasih Persaudaraan yang Tulus dan Ikhlas

Minggu, 05-December-2021 20:11

Perayaan Natal IKA USU Jakarta dan sekitarnya yang digelar di Gereja HKBP Sudirman, Jl. Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (4/12/2021)
Foto :
Perayaan Natal IKA USU Jakarta dan sekitarnya yang digelar di Gereja HKBP Sudirman, Jl. Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (4/12/2021)
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pendeta Lenta Simbolon mengajak Ikatan Alumni Universitas Sumatera Utara (IKA USU) untuk mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus dan ikhlas serta mengasihi dengan sungguh-sungguh.

Ajakan itu disampaikan Pendeta Lenta dalam khotbahnya di Perayaan Natal IKA USU Jakarta dan sekitarnya yang digelar di Gereja HKBP Sudirman, Jl. Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (4/12/2021) malam.

Mengangkat tema 'Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan' dengan bahan renungan yang terambil dari Kitab 1 Petrus 1: 13-25, Pendeta Lenta mengawali khotbahnya dengan mengulas pesan dari Rasul Petrus dalam kitab tersebut tentang bagaimana umat Kristiani harus memegang teguh iman kepada Kristus, sekalipun mengalami situasi tersulit dalam hidup.

"Rasul Petrus mengatakan kepada orang-orang yang teraniaya untuk letakan pengharapan pada kasih karunia Kristus. Kalau tidak mereka akan lemah, mereka akan jatuh, mereka akan meninggalkan imannya. Karena itu, hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan kudus walaupun engkau teraniaya, setialah imanmu kepada Kristus," ucap dia.

Pesan selanjutnya dari kitab itu, disampaikan Pendeta Lenta, yakni soal bagaimana mengamalkan kasih dalam persaudaraan yang tulus dan ikhlas serta mengasihi dengan sungguh-sungguh.

"Amalkan kasih persaudaraan yang tulus, ikhlas, mengasihi dengan sungguh- sungguh. Memberi dengan tulus dan ikhlas, seperti semboyan kalau tangan kananmu memberi, tangan kiri tak perlu tahu. Kalau kita memberi kepada seseorang, tak perlu menganggap orang tersebut berutang budi," ujarnya.

"Karena jika kita menolong orang lain, maka yang membalas kepada kita mungkin bukan orang tersebut, tapi Tuhan lewat banyak cara, mungkin lewat orang lain, tidak harus lewat dia," sambung Pendeta Lenta.

Ditegaskannya, memberi dengan tulus dan ikhlas artinya tidak menuntut balasan, tidak memandang rupa, latar belakang, dan melakukan sesuatu bukan karena maksud tertentu. 

"Bisakah kita seperti itu? Memang sulit. Kita masih sulit untuk tulus dan ikhlas. Maka Rasul Petrus menekankan hal ini, persaudaraan yang tulus, ikhlas, tidak ada embel-embel, tidak ada kepentingan, tidak ada motivasi yang lain," tuturnya.

Pendeta Lenta menambahkan, sering kali orang yang memberi menuntut balasan atau mengharapkan pamrih dari orang yang di tolong. Untuk itu, lanjutnya, Kitab 1 Petrus 1: 13-25 mengingatkan bahwa perilaku demikian tidak dibenarkan.

"Sering kita menolong orang, ketika orang itu kemudian tidak lagi mengontak kita, misalnya, mungkin kita akan bilang 'lupa kacang sama kulitnya itu', 'eh dulunya susah, lupa dia siapa yang menolongnya'," ungkapnya.

"Tapi hari ini kita ditegur oleh surat Petrus yang pertama kasih persaudaraan yang tulus, menolong sesama keluarga besar, saudara-saudara kita dengan tulus. Mengasihi dengan sungguh-sungguh. Jangan menahan-nahan kebaikan," tandasnya.

Lewat renungan Natal itu, Pendeta Lenta mengajak para alumni USU untuk senantiasa berbuat kebaikan dan menjadi berkat bagi sesama.

"Saya tau alumni-alumni USU itu luar biasa. Semua diberkati Tuhan, maka jangan menahan-nahan kebaikan. Tuhan sedang membentuk kita menjadi berkat bagi banyak orang. Jangan menahan-nahan kebaikan. Kalau memberi, belajar memberi dengan tulus," jelasnya.

"Tugas kita adalah melakukan kebaikan, selebihnya syukur kepada Allah. Tuhan akan berikan berkali-kali lipat dengan cara Tuhan sendiri," demikian pesan Pendeta Lenta.

Perayaan Natal IKA USU Jakarta dan sekitarnya ini digelar secara hybrid atau daring dan luring/offline dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Untuk para alumni USU yang hadir di HKBP Sudirman, panitia perayaan Natal dan pihak gereja menyediakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun) di pintu masuk gereja, hand sanitizer dan sarana mencuci tangan, hingga membagikan masker bagi jemaat. Pun, mengatur jarak antarjemaat yang mengikuti ibadah Natal.

Jumlah jemaat yang diizinkan mengikuti perayaan Natal secara berjamaah atau kolektif di HKBP Sudirman hanya 150 orang atau di bawah 50 persen dari kapasitas maksimal gedung yang biasanya menampung hingga 400 jemaat.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi