Netral English Netral Mandarin
05:49wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Pesantren dan Ekonomi Syariah Bisa Mendongkrak Ekonomi Nasional, Ini Syaratnya

Minggu, 19-September-2021 05:00

Menteri BUMN Erick Thohir
Foto : Kementerian BUMN.
Menteri BUMN Erick Thohir
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan pondok pesantren dan ekonomi syariah mempunyai potensi yang sangat besar untuk mendongkrak kemajuan ekonomi nasional.

"Pondok pesantren dan ekonomi syariah mempunyai potensi yang sangat besar untuk mendongkrak kemajuan ekonomi nasional," ujar Erick Thohir di Jakarta, Sabtu (18/9/2021).

Ia mengatakan, pada triwulan pertama tahun ini Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai 4,29 juta orang.

"Potensi ini juga menjadi kekuatan ekonomi syariah Indonesia yang menempati peringkat empat dunia, dengan skor indikator ekonomi Islam global sebesar 91,2 dengan sektor-sektor unggulan meliputi makanan halal, keuangan, pariwisata, fashion muslim, kosmetik hingga media dan hiburan," kata Erick.

Menurutnya, potensi yang besar itu masih bisa dikembangkan secara maksimal agar pesantren mampu berdaya dan mandiri secara ekonomi.

Apalagi pondok pesantren kini tidak lagi hanya menjadi lembaga pendidikan yang berlandaskan ke-Islam-an, tetapi penggerak kegiatan kewirausahaan dan pusat ekonomi bagi lingkungannya.

"Karenanya, kita semua perlu melakukan upaya peningkatan kapasitas talenta di lingkungan pesantren baik dari sisi manajerial, keuangan, digitalisasi, hingga infrastruktur dan akses pasar agar lulusan pesantren siap bersaing baik yang menggeluti dunia usaha maupun dunia karir, juga membangun jaringan serta ekosistem yang saling menguatkan," kata Erick Thohir, seperti dilansir dari Antara.

Upaya tersebut, lanjut Erick, tentunya membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga swasta termasuk adanya berbagai ajang yang memberi tantangan agar talenta di lingkungan pesantren terus berinovasi dan berkembang.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebelumnya berharap kerja sama antara Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) semakin diperluas untuk pesantren, khususnya dalam hal pengembangan ekonomi.

Dari 28.914 pesantren yang setidaknya terdapat 12.000 pesantren yang berpotensi untuk pengembangan ekonomi.

Meski demikian, masih diperlukan pendampingan, bimbingan, serta pembekalan, untuk dapat menciptakan santri dengan kemampuan berwirausaha atau dikenal dengan istilah santripreneur.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP