Netral English Netral Mandarin
02:38wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Pesawat Kepresidenan Ganti Warna dari Biru ke Merah Putih, Ali Ngabalin: Kenapa ya? Koq Ada yang Demam Berat

Rabu, 04-Agustus-2021 13:00

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin
Foto : Antara
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menyindir pihak-pihak yang mempermasalahkan pengecatan ulang pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau BBJ 2.

Ngabalin mempertanyakan kenapa banyak sekali yang mempermasalahkan penggantian warna pesawat Kepresidenan.

"Kenapa ya? Koq ada yang DEMAM BERAT karena Pesawat Kepresidenan sekarang ganti warna mejadi MERAH PUTIH. Ampuun deh,"

Cuitan Ngamalin direspon berbagai komentar oleh netizen. Berikut rangkuman komentar netizen yang terpantau Netralnews.com, Rabu (4/8/2021).

@ChantikaMutiar6: Bukan demam berat karena cat pesawat om, tapi kami demam mikirin pejabat, kok kayak gini kelakuan nya, di saat rakyat kena musibah pejabatnya masih bisa buang uang untuk hal yg tidak mendesak, atau memang gak ada pemikiran untuk bantu rakyat ya lagi susah,,,,mikirlah,,,,,,

@sham_bani: Menurut saya servis itu jelas harus dilakukan secara runtin, karena ini menyangkut keselamatan presiden yang merupakan simbol Negara Republik Indonesia.Jadi jika ada yang tidak setuju dengan servis ini, mendingan diam sajalah, lagian bukan kalian yang kerjakan kok.

@ronald192708: Itu Pesawat Kepresidenan, bukan punya partai. Knp pesawat kepresidenan di cat ulang ribut, tp saat hambalang dan proyek" lain mangkrak diam?

 @AgusYudhoyono @SBYudhoyono apa iya pesawat kepresidenan milik partai? Hingga kader kalian pd ribut.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani