Netral English Netral Mandarin
03:24wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Petinggi Demokrat Merasa Dilecehkan, Diminta Lapor Polisi Malah Ngeles, Netizen: Jurus Mama Lemon

Selasa, 10-Agustus-2021 19:19

Rachland Nashidik
Foto : Istimewa
Rachland Nashidik
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik mengaku akunnya diretas namun ketika disarankan agar segera lapor polisi malah  berkelit dengan berbagai alasan. 

Selasa, 10 Agustus 2021, akun FB Mak Lambe Turah malah ikut mencuit menanggapi apa yang dilakukan Rachland sebagai tindakan “ngeles”.

MLT:  “Jurus mama lemon wkwkwkk.”

Anam Banthenx: “Ada pembiaran.”

RiezZal Rojulun: “Klw melapor sama aja bunuh diri krn akan dilihat aktivitas login nya, akan ketahuan dr perangkat yg di pakai dan IP address nya.”

Yanuar Budiadi: “TUHAN TIDAK SYUKAK.”

Untuk diketahui, Rachland Nashidik merasa dilecehkan sebagai korban usai diminta melapor ke polisi jika akunnya benar diretas.

Adapun hal ini berawal dari pernyataan Rachland Nashidik yang merespons tuntutan netizen untuk menangkap dirinya.

Melalui akun Twitter RachlandNash, ia menyindir agar Presiden Joko Widodo memenuhi harapan para pendukungnya yang sudah berpayah payah menaikkan tagar “Tangkap Rachland Nashidik”.

“Tangkap saya. Tangkap pembuat gambar. Tangkap para aktivis yang sudah lebih dahulu mengunggah,” katanya pada Senin, 9 Agustus 2021.

“Mari bersama kita catat pada kertas sejarah Republik ini bahwa dibawah Anda demokrasi: mati,” lanjutnya.

Aktivis, Ferry Koto lalu menanggapi dengan mempertanyakan mengapa akun Rachland Nashidik bisa diretas.

Ia juga mempertanyakan apakah petinggi Demokrat tak dibekali pengetahuan yang paling minim dalam melindungi akun, yakni two step Verfication.

“BTW: Tindakan Hack itu pidana yang diatur di UU ITE, laporkan dong, jika benar. Agar pelaku ditangkap,” katanya di akhir pernyataanya.

Pada Selasa, 10 Agustus 2021, Rachland lalu membalas pernyataan Ferry Koto tersebut.

“Orang tua membekali Anda dengan kesalehan paling minim untuk tidak suudzon atau melecehkan korban?” katanya.

Ferry Koto pun kembali menyinggung bahwa jika tindakan meretas akun Rachkand memang ada, maka permbuktiannya akan mudah.

“Bawa ke polisi itu masa melecehkan mas?” katanya dinukil Terkini.id.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P