Netral English Netral Mandarin
01:29wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Petugas Berlakukan Gage Kendaraan di Jalan Rasuna Said

Jumat, 27-Agustus-2021 07:30

Pemberlakuan Ganjil-genap
Foto : Istimewa
Pemberlakuan Ganjil-genap
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemprov DKI Jakarta bersama Ditlantas Polda Metro Jaya kembali memberlakukan kebijakan ganjil genap (gage) pelat kendaraan bermotor, mulai Kamis (26/8/2021) sampai Senin (30/8/2021). Bagi mobil pribadi yang akhir pelat nomor kendaraannya bilangan genap hanya dapat melintas pada tanggal genap, begitu juga sebaliknya dengan pelat nomor ganjil.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, kebijakan gage berlaku di tiga ruas jalan, yaitu Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman dan Jalan HR Rasuna Said. Untuk kebijakan gage di ruas Jalan HR Rasuna Said merupakan hal yang pertama, karena arus lalu lintas sekarang di sana dinilai cukup padat.

Sementara Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin sedari dulu telah diberlakukan gage karena jumlah kendaraan yang melintas cukup tinggi. “Pola ini diharapkan bisa memecah, yang tadinya konsentrasi di Jalan Sudirman-Thamrin dilakukan gage, (sekarang) dilakukan gage di Rasuna Said karena selama ini tidak ada gage tetap padat,” kata Syafrin pada Kamis (26/8/2021).

Menurut dia, pada kebijakan sebelumnya atau periode 12-16 Agustus, gage diberlakukan di delapan ruas jalan. Di antaranya Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Merdeka Barat, Jalan Majahpahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Gatot Subroto.

Setelah pelaksanaan gage di sana dievaluasi, pemerintah akhirnya memutuskan hanya tiga ruas jalan saja yang diterapkan gage. Kebijakan ini diputuskan karena untuk mengurangi mobilitas masyarakat seiring dengan penerapan PPKM level 3 di Jakarta.

“Pertimbangannya karena PPKM diturunkan, kan ganjil genap sekarang itu tujuannya adalah untuk mengurangi mobilitas masyarakat, bukan dalam rangka switching (mengubah) dari angkutan pribadi ke angkutan umum,” jelas Syafrin.

Selain itu, petugas juga memantau pergerakan kendaraan di delapan ruas jalan yang pernah diterapkan kebijakan gage. Hasilnya pergerakan mobil pribadi dari Jalan Gatot Subroto sampai ke arah Sudirman-Thamrin hingga kawasan Kota, menjadi berkurang.

“Untuk volume lalu lintas cenderung konstan, kemarin pertumbuhannya di sekitar 80-an persen dibanding dengan PPKM sebelumnya. Memang tinggi dibanding PPKM darurat, kan dulu seluruhnya dibatasi jadi otomatis volumenya rendah,” ujarnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP