3
Netral English Netral Mandarin
19:00 wib
Sebanyak tujuh mantan kader Partai Demokrat yang baru saja dipecat bakal menggugat gugatan secara kolektif ke Pengadilan Negeri pekan depan. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan telah memangkas jumlah BUMN dari 142 menjadi tinggal tersisa 41 perusahaan.
Petugas Publik Bakal divaksin Maret, Tidak Termasuk Wartawan

Senin, 18-January-2021 21:00

Petugas publik akan divaksin pada Maret.
Foto : Antara
Petugas publik akan divaksin pada Maret.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beredar kabar kalau pekerja media massa atau jurnalis akan divaksin pada Maret.  Namun hal itu dibantah oleh Juru Bicara vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

"(Vaksinasi untuk wartawan, red) belum final ya," kata Siti Nadia seperti dilansir VOI, Senin, (18/1/2021).

Menurut dia, vaksinasi pada Maret mendatang akan difokuskan kepada petugas pelayanan publik seperti TNI/Polri, aparat hukum lain, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara, pelabuhan, stasiun, dan terminal.

Selanjutnya, petugas publik lain yang akan menerima vaksinasi adalah mereka yang bekerja pada sektor erbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lainnya yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Sementara wartawan kan tidak masuk definisi pemberi pelayanan publik," sebut Nadia.

Sebelumnya sempet beredar berita seperti dari Medcom, Senin, (17/1/2021), diketahui, pemerintah bakal menjalankan program vaksinasi yang dibagi dalam beberapa tahapan. Pada tahap pertama yang bakal dilakukan Januari-Februari, pemerintah fokus kepada tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, hingga tenaga penunjang.Rencananya, para wartawan atau jurnalis akan divaksin Covid-19 pada Maret 2021 mendatang, berbarengan dengan para prajurit TNI dan Anggota Polri.Pemerintah menempatkan wartawan atau jurnalis ke dalam prioritas penerima vaksin Covid-19 setelah petugas medis.

“Mulai Maret 2021 (vaksinasinya). Masuk dalam kategori memberikan layanan publik,” ungkap Siti seperti dikutip dari Medcom.id, Jakarta,Vaksinasi Covid-19 periode pertama diprioritaskan ke petugas medis. Setelahnya, vaksin diberikan ke petugas pelayan publik seperti personel TNI, polisi, hingga wartawan.

Kemudian, vaksinasi akan diberikan ke tokoh masyarakat dan agama, pelaku perekonomian strategis, perangkat daerah kecamatan, perangkat desa, serta perangkat rukun tetangga atau rukun warga. Tenaga pendidikan masuk ke kelompok prioritas berikutnya.

Tenaga pendidikan yang diprioritaskan meliputi guru atau tenaga pendidik dari PAUD dan TK, SD, SMP, SMA, sekolah setingkat atau sederajat dan perguruan tinggi. Vaksinasi kemudian menyasar aparatur kementerian atau lembaga, organisasi perangkat pemerintah daerah, dan anggota legislatif.

Kemudian, vaksin Covid-19 diberikan kepada masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial dan ekonomi. Prioritas terakhir adalah masyarakat sipil dan pelaku ekonomi lainnya. Vaksinasi ini ditarget rampung dalam setahun.

Vaksinasi petugas medis ditarget rampung dalam dua bulan. Sebanyak 700 ribu orang akan disuntik vaksin tiap bulannya. “1,4 juta (tenaga medis divaksin) bisa kita selesaikan dalam dua bulan,” ujar Siti.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani