Netral English Netral Mandarin
06:59wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Pigai: Ambroncius Nababan dan Abu Janda Adalah Support Sistem Pemerintah

Kamis, 04-Februari-2021 11:15

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai
Foto : Istimewa
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis Kemanusiaan Natalius Pigai angkat bicara terkait sederet kasus rasisme yang menimpanya. Mulai dari tindakan Ambroncius Nababan yang menyandingkan dengan foto Gorila, tuduhan rasisme pada Suku Jawa dan bahasan soal Suku Minang yang seret nama Ketua DPR Puan Maharani.

Tetapi Pigai justru melihat situasi ini sebagai konsekuensi dari seorang pembela keadilan bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Menurut Pigai, sudah menjadi konsekuensi masifnya kekerasan verbal yang berorientasi pada rasisme.

 

Pigai bahkan mengaku sedikitpun tidak pernah tersinggung, sedikitpun tidak pernah saya curhat, sedikitpun tidak pernah melaporkan pada pihak berwajib. Dia juga tegaskan tidak pernah melaporkan Ambroncius Nababan, tidak pernah melaporkan Pegiat Media Sosial Permadi Arya atau Abu Janda.

"Saya memahami betul sebagai seorang aktivis bahwa mereka ini adalah bagian dari pada supporting sistemnya pemerintah. Meskipun mereka tidak masuk ke dalam sistem, tetapi sumber daya pemerintah untuk dukung pemerintah," kata Pigai. 

Pernyataan itu dikutip dari keterangan Pigai saat diwawancarai oleh Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun di kanal Youtube, Kamis (4/2/2021).

Refly merasa tergelitik, ketika ada pihak yang menyebut sebagai buzzer tetapi Pigai justru menyebut sebagai support sistem pemerintah. Pasalnya bagi Pigai, istilah buzzer lebih ditujukan pada mereka yabg mengucapkan nada-nada berorientasi kekerasan verbal dan menyerang orang lawan politik.

"Kalau menurut saya dia (Ambroncius dan Abu Janda) disebut sebagai support sistem pemerintah, unofficial. Karena apa yang diucapkan, apa yang dibuat itu gampang kita identifikasi. Identifikasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari seperti sistem," jelas Pigai.

Pigai lantas tidak melihat Ambroncius dan Abu Janda sebagai individual. Sehingga siapapun yang mengucapkan kekerasan verbal kepada Pigai,  berpandangan bahwa itu sebagai bagian dari konsekuensi dan mereka bagian dari pemerintah.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati