Netral English Netral Mandarin
05:44wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Pigai: Saya Hanyalah Orang Sipil Biasa, Disanjung Tak Jadi Rembulan, Dihujat Tak Jadi Sampah

Selasa, 05-Oktober-2021 13:35

Aktivis HAM Natalius Pigai
Foto : Pojoksatu
Aktivis HAM Natalius Pigai
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis HAM Natalius Pigai menanggapi dengan bijak kritik, kecaman bahkan hujatan yang dilontarkan sejumlah pihak terkait cuitannya yang dianggap rasis terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Saya hanyalah orang sipil biasa, disanjung tidak jadi rembulan, dihujat tidak jadi sampah," tulis Pigai di akun Twitternya, Senin (4/10/2021).

Hal tersebut disampaikan Pigai merespon pemberitaan media yang memuat kritik salah satu pendiri PAN Abdillah Toha soal cuitannya yang menyerang Jokowi dan Ganjar.

Pigai mengaku bahwa sudah sejak lama ia menjadikan Abdillah sebagai tokoh panutannya. Karenanya, Pigai membalas kritik itu dengan mendoakan Abdillah agar senantiasa diberi kesehatan.

"Berkah Dalem Pak Abdilah Toha, Anda Tokoh Panutanku sejak 25 tahun yang lalu saat masih belia disamping Prof Amien Rais di Yogya. Sehat selalu Bp. Thoha," cuit @NataliusPigai2.

Sebelumnya, Natalius Pigai melalui akun Twitter-nya pada Jumat (1/10/2021), menulis 'jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar'. Ia menyebut mereka telah merampok kekayaan Papua hingga menginjak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata bernada rasis.

"Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat Papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan Rasis, monyet & sampah," cuit @NataliusPigai2.

Untuk itu, Pigai menyerukan kepada rakyat Papua agar melawan ketidakadilan tersebut. "Kami bukan rendahan. Kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya Penentang Ketidakadilan," tegas mantan Komisioner Komnas HAM itu.

Cuitan Pigai itu menuai kritik dan kecaman dari banyak pihak karena dianggap rasis. Salah tokoh yang ikut melontarkan kritik adalah Abdillah Toha.

Menurut Abdillah, Pigai terlalu dimanja dan dibiarkan berbicara semaunya sendiri. Padahal, lanjutnya, dampak dari pernyataan Pigai bisa lebih berbahaya dari pemberontak bersenjata di Papua.

"Orang seperti Pigai ini terlalu kita manja dan kita biarkan dia ngomong semaunya sendiri. Padahal dampaknya memecah belah dan bisa lebih berbahaya dari pemberontak bersenjata Papua," tulis Abdillah di akun Twitternya, @AT_AbdillahToha, Minggu (3/10/2021).  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli