Netral English Netral Mandarin
21:05wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Pimpinan MPR: Pernyataan Letjen Dudung 'Semua Agama Benar di Mata Tuhan' Bukan Menyamakan Aqidah

Minggu, 19-September-2021 10:22

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PDIP, Ahmad Basarah
Foto : Istimewa
Wakil Ketua MPR dari Fraksi PDIP, Ahmad Basarah
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PDIP, Ahmad Basarah ikut menyoroti pro kontra soal pernyataan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman bahwa 'semua agama benar di mata Tuhan'.

Basarah menilai, pernyataan Pangkostrad bukan ingin menyamakan atau mengompromikan aqidah masing-masing agama, tapi sebagai bentuk toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

‘’Pernyataan Pangkostrad bahwa semua agama benar di mata Tuhan harus kita lihat bukan dalam rangka menyamakan apalagi mengkompromikan aqidah masing-masing agama yang berbeda-beda," kata Basarah dalam keterangannya, Jumat (17/9/2021).

"Namun sebagai bentuk toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai prinsip sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika,’’ sambungnya.

Menurutnya, hal tersebut sama misalnya memberikan ucapan selamat Idul Fitri dan Idul Adha oleh umat beragama non-muslim kepada saudara-saudara mereka sebangsa se-Tanah Air yang muslim, pun sebaliknya. Dosen Universitas Islam Malang itu menegaskan niat mereka tentu bukan untuk menyamakan apalagi mengompromikan nilai-nilai dan aqidah agama yang memang berbeda.

‘’Sebagai contoh, pada saat saya, Ahmad Basarah, sebagai seorang beragama Islam memberikan ucapan selamat kepada saudara-saudara sebangsa yang merayakan Hari Raya Natal, Waisyak, Galungan dan lain-lain".

"Maka niat saya menyampaikan ucapan hari raya agama-agama lain tersebut tentu bukan untuk mengkompromikan aqidah keislaman saya, tetapi diniatkan untuk menjaga toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sudah kita sepakati berdasarkan Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tungga Ika,’’ ujar Basarah.

Pendiri dan Sekretaris Dewan Penasihat PP Baitul Muslimin Indonesia itu kemudian mengutip hadist Rasulullah SAW riwayat Imam Bukhari yang menyatakan "innamal a'malu binniyyaat", bahwa sesungguhnya segala perbuatan manusia tergantung pada niatnya.

Basarah mengatakan, sebagai seorang muslim dia harus meyakini apa yang difirmankan Allah SWT dalam Surat Al Imran ayat 19 yang mengatakan "innaddiina ‘indallaahil Islam" yakni bahwa agama yang benar dan diterima di sisi Allah SWT adalah agama Islam.

‘’Namun dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila yang mengajarkan untuk hidup saling hormat-menghormati sesama pemeluk agama, saya tidak boleh mengatakan kepada orang lain di luar Islam bahwa agama mereka sesat dan apalagi menghina mereka karena Al Qur'an juga mengajarkan kepada saya sebagaimana tertera dalam Surat Al Kafirun ayat 6 yang menyatakan 'Lakum diinukum waliyadin' yakni bagimu agamamu dan bagiku agamaku," paparnya.

"Mari kita semua menjalankan syraiat agama kita masing-masing dengan hidup berdampingan sesama pemeluk agama lainnya dengan sikap saling hormat-menghormati satu sama lain agar bangsa kita rukun damai tentrem toto raharjo,’’ jelas Pimpinan Lazisnu PBNU itu.

Karenanya, Basarah mengajak semua pihak melihat pernyataan Pangkostrad secara positif, bahwa hal itu diungkapkan untuk memotivasi para prajurit yang menganut agama berbeda-beda agar mereka mencintai agama mereka masing-masing tetapi dengan tetap menghormati keaneragaman suku bangsa serta mencintai negara mereka sendiri.

Tambahnya, spirit yang hendak disampaikan jenderal bintang tiga itu adalah ‘’hubbul wathan minal iman’’, mencintai negeri adalah sebagian dari iman, seperti yang pernah difatwakan oleh KH Hasyim Asy’ari saat mendoktrin semangat anak bangsa melawan penjajah Belanda pada waktu itu.

''Dilihat dari konteks ini, saya yakin niat beliau mengungkapkan pernyataan itu dalam spirit mencinta negeri itu, juga dalam koridor menjaga amanat Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Ketua Dewan Pertimbangan Pusat GM-FKPPI itu.

Sebelumnya, Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurrachman meminta para prajurit menghindari fanatisme berlebihan terhadap suatu agama. Hal itu disampaikan Dudung di depan anggota personel Yon Zipur 9 Kostrad/Lang-Lang Bhuana Kostrad di Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Jawa Barat.

“Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai aturan yang berlaku bagi prajurit.  Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama karena semua agama itu benar di mata Tuhan," kata Dudung, Senin (13/9/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati