Netral English Netral Mandarin
14:18 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
PKS Disebut-sebut Bisa Di-FPI-kan, TZ: Presiden Juga Bisa Dilengserkan kok...

Senin, 04-January-2021 17:59

PKS Disebut-sebut Bisa Di-FPI-kan, Tengku Zul sebut Presiden Juga Bisa Dilengserkan kok...
Foto : Istimewa
PKS Disebut-sebut Bisa Di-FPI-kan, Tengku Zul sebut Presiden Juga Bisa Dilengserkan kok...
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi kembali mengkritik Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurutnya, orang-orang PKS lucu karena seenaknya menyalahkan negara terkait pembubaran Front Pembela Islam (FPI), tapi ketika diingatkan oleh dirinya justru merasa tidak terima.

"FPI dibubarkan, katanya salah negara, negara gagal bina ormas. Makanya saya ingatkan juga bahwa setelah FPI dibubarkan, negara akan membina PKS. Apakah itu salah? Tentu tidak," kata Teddy Gusnaidi, yang dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari cuitan Twitter @TeddyGusnaidi, Minggu, 3 Januari 2021.



Menanggapi pernyataan Teddy, mantan Wasekjen MUI, Senin (4/1/21) mengatakan: "Kalau Partai membahayakan negara bisa ditindak ya nggak heran. Presiden juga jika melanggar UUD 1945 atau sengaja melanggar UU bisa dilengserkan juga kok... Hehe..."

"Masalahnya ngapain sebut Partai PKS. Sebut Partai saja kenapa...? Atau sebut partai PKPI," imbuh Zul.

Selang beberapa lama, Tengku Zul juga mencuit: "Dengan melihat begitu khawatirnya mereka akan kebangkitan kekuatan Politik Islam ke depan, sepertinya pak @jokowi  akan angkat Listyo jadi Kapolri... Mari kita tunggu... (prediksi)."

Sementara sebelumnya dilansir Pikiranrakyat.com, menurut Teddy Gusnaidi, negara berhak melakukan pembinaan terhadap PKS dan seluruh Partai Politik, dan hal itu sudah ada aturannya.

"Jadi aneh jika orang-orang PKS gak tahu aturan ini. Jika tidak dibina dan ada apa-apa, negara dibilang gagal membina. Jika mau dibina, kok seolah-olah gak terima ya? Maunya apa sih?," ujar Teddy Gusnaidi.

Teddy Gusnaidi bahkan menyebut bahwa PKS bisa dibubarkan seperti FPI, karena ada yang namanya UU Partai Politik.

"Apakah PKS bisa di-FPI-kan? Tentu saja bisa dan ada aturannya. Ada yang namanya UU Partai Politik. Jika PKS melakukan kegiatan yang bertentangan dengan UUD 45 dan peraturan perundangan-undangan, juga melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan dan keselamatan NKRI, ya di-FPI-kan," tuturnya.

Oleh karena itu, Teddy Gusnaidi menjelaskan bahwa perlu adanya pembinaan bagi semua Partai Politik termasuk PKS, agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

"Maka dari itu, perlu ada pembinaan agar supaya PKS dan Partai Politik lainnya tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, sehingga bisa di-FPI-kan," kata Teddy Gusnaidi.

Dia pun merasa heran kenapa banyak pihak yang panik karena pernyataannya beberapa waktu lalu yang menyebut PKS bisa dibinasakan, apabila tidak bisa dibina oleh negara.

"Saya heran kenapa harus sepanik ini, bahkan menuduh saya mengigau karena belum pulas tidurnya? Kasih tau yang benar kok gak terima?," ujar Teddy Gusnaidi.

Lantas, Teddy Gusnaidi pun menyarankan PKS untuk banyak belajar dan membaca, karena apa yang dikatakannya ada aturannya dan undang-undangnya, bukan hanya asal bicara saja.

"Makanya belajar, jangan kebanyakan tidur, sehingga membuat malas berfikir dan membaca. Wong dikasih tau yang benar, ada aturan ada UU nya, malah ngomong gak jelas," kata Teddy Gusnaidi.

Di akhir cuitannya, Teddy Gusnaidi mempertanyakan apa yang saat ini dicemaskan PKI sehingga merasa terganggu dengan pernyataannya beberapa waktu lalu.

"Ingat secara ilmu kedokteran, itu adalah tindakan orang yang stres, tertekan atau cemas. Apa yang kau cemaskan PKS?," ujar Teddy Gusnaidi.*

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto