Netral English Netral Mandarin
09:28wib
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan keamanan ibu kota negara (IKN) baru akan disiapkan semaksimal mungkin. Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada pertengahan Januari 2022.
PKS Duga Ada 'Penumpang Gelap' Dalam Isu Pembubaran MUI

Rabu, 24-November-2021 17:30

Anggota MPR dari Daerah Pemilihan I Kalimantan Selatan (Kalsel) Aboe Bakar Al Habsy (Habib Aboe)
Foto : Istimewa
Anggota MPR dari Daerah Pemilihan I Kalimantan Selatan (Kalsel) Aboe Bakar Al Habsy (Habib Aboe)
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota MPR dari Daerah Pemilihan I Kalimantan Selatan (Kalsel) Aboe Bakar Al Habsy (Habib Aboe) menanggapi isu Pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Habib Aboe menduga ada 'penunggang gelap' dalam isu pemberantasan terorisme. Karenanya, ia mengingatkan untuk berhati-hati dalam menyikapi manuver penumpang gelap itu.

Seperti diketahui, isu pembubaran MUI merebak dan jadi perdebatan di media sosial setelah salah satu pengurus MUI ditangkap karena diduga terlibat tindak pidana terorisme.

“Ada penunggang gelap yang memanfaatkan isu pemberantasan terorisme," kata Habib Aboe saat Sosialisasi 4 Pilar MPR di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Selasa (23/11/2021), seperti dikutip dari laman Fraksi PKS.

"Mereka ini menunggangi isu pemberantasan terorisme untuk membubarkan MUI. Jelas kita harus berhati hati menyikapi penunggang gelap seperti ini,” sambungnya.

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan logika kebablasan.

“Jika ada salah satu anggota MUI yang terpapar paham radikalisme, bukan berarti MUI harus dibubarkan. Ini adalah pemikiran yang kebablasan," ujar Habib Aboe.

"Sama halnya jika ada oknum kepolisian yang terpapar seperti Sofyan Tsauri atau Bripda Nesti, lantas berpikir akan membubarkan kepolisian? Tentu ini sangat tidak tepat, logikanya sesat dan menyesatkan," paparnya.

Lanjut Habib Aboe, tak ada satu pun institusi yang bisa menjamin jajarannya steril dari radikalisme. Karenanya, ia mengingatkan semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Saya rasa tidak ada satu institusi pun yang bisa menjamin jajarannya steril dari pengaruh radikalisme. Oleh karenanya yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan dan membentengi mental personel dengan baik," tutur ketua MKD DPR itu.

"Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan sosialisasi empat pilar kebangsaan seperti ini. Sehingga akan menumbuhkan jiwa nasionalisme dan kesadaran dalam berbangsa serta bernegara," jelas Habib Aboe.

Lebih jauh, Habib Aboe mengajak masyarakat untuk mawas diri dan menjaga lingkungannya, serta melaporkan hal-hal yang mengganggu keamanan kepada pihak yang berwajib.

“Perlindungan paling baik adalah kita mawas diri sejak dari lingkungan. Sehingga jika ada sesuatu yang tidak wajar dan berpotensi mengganggu keamanan masyarakat bisa melaporkannya kepada perangkat desa setempat atau pihak kepolisian terdekat," pungkas Sekjen PKS itu. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi