Netral English Netral Mandarin
02:34wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
PKS Gaungkan 'Zionis Nusantara', Ruhut Tertawa: Mau Cari Simpati Publik Pakai Isu Konflik Israel-Palestina

Jumat, 21-Mei-2021 12:20

Politikus Ruhut Sitompul
Foto : Istimewa
Politikus Ruhut Sitompul
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Ruhut Sitompul tertawa mendengar istilah 'zionis nusantara' yang digaungkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait konflik Israel-Palestina.

Adapun istilah zionis nusantara pertama kali digaungkan oleh Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid. Istilah itu disematkan HNW kepada kelompok atau individu yang mendukung agresi militer Israel ke Palestina.

"Zionis Nusantara kata PKS, ha ha ha," tulis Ruhut di akun Twitternya, Jumat (21/5/2021).

Ruhut lantas menyebut kalau PKS tengah mencari simpati rakyat dengan memanfaatkan isu konflik Israel-Palestina.

"Mau coba-coba menari dengan menaikan simpatik rakyat isu konflik Israel dengan Palestina," kata mantan petinggi Partai Demokrat itu.

Ruhut pun menyarankan agar PKS tak perlu mencari simpati dengan cara demikian, sebab rakyat cerdas mencermati politik luar negeri.

Apalagi, lanjutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah membuat pernyataan sikap yang tegas terhadap konflik Israel-Palestina.

"Sudahlah, rakyat Indonesia tercinta cerdas mencermati Politik Luar Negeri, apalagi Presiden RI ke 7 Bpk Joko Widodo sangat tegas dengan pernyataannya. MERDEKA," cuit @ruhutsitompul.

Diketahui, baru-baru ini Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia mengutuk serangan Israel ke Palestina yang telah menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Presiden menegaskan, agresi Israel harus dihentikan.

Presiden Jokowi juga intens berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin dunia mengenai kondisi Palestina. Di antaranya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, dan PM Malaysia Muhyiddin Yassin.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati