Netral English Netral Mandarin
00:35wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
PKS Ingatkan Pemerintah Jangan Terlena Oleh Pujian Pimpinan Partai Koalisi

Rabu, 01-September-2021 09:30

Politisi PKS, Netty Prasetiyani
Foto : Istimewa
Politisi PKS, Netty Prasetiyani
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani, mengingatkan pemerintahan Presiden Jokowi agar tidak terlena dengan pujian pimpinan partai politik koalisi pemerintah bahwa penanganan pandemi Covid-19 sudah 'on the track'.

“Harus dianalisa dulu semua core  indikator penanganan pandemi, benarkah statistiknya sudah membaik? Bahaya jika pemerintah sampai terlena dengan pujian yang tidak berdasarkan data valid. Ini bisa mengaburkan kondisi sebenarnya,“ kata Netty dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/8/2021).

Pasalnya, Netty menyebut, meski kasus harian Covid-19 sudah menunjukkan penurunan, namun Indonesia masih berada di masa krisis pandemi.

“Dari sektor kesehatan kasus kita masih tinggi, positivity rate masih di atas standar WHO. Kita juga pernah jadi juara kematian akibat Covid-19 di dunia," ujarnya.

"Distribusi vaksin belum merata dan target harian vaksinasi sering meleset. Bahkan terjadi kasus salah sasaran penggunaan  booster vaksin untuk nakes oleh sejumlah pejabat dan kelompok lain yang tidak berhak,” jelas Netty.

Selain itu, lanjut Netty, pencairan insentif nakes dan pembayaran  klaim rumah sakit juga masih bermasalah.

“Bahkan  sejumlah daeràh  masih  berada pada zona merah atau PPKM Level 4. Jadi pujian keberhasilan penanganan pandemi berdasarkan  indikator apa?” ucap dia.

Karenanya, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, pujian oleh tokoh-tokoh politik kontras dengan fakta di lapangan.

“Rakyat banyak yang gelisah, susah dan tidak tahu harus berbuat apa. Jumlah penganguran dan PHK meningkat, angka kemiskinan bertambah, usaha rakyat banyak yang tutup atau kembang kempis, sementara bansos dengan jumlah kecil untuk rakyat pun dikorupsi,” ungkapnya.

Netty pun kembali mengingatkan agar pemerintah fokus dalam penanganan Covid-19 dan jangan sampai terbuai oleh pujian elit politik.

“Pastikan semua sektor berkolaborasi mengendalikan pandemi dengan standar yang sama. Jangan sampai di satu sisi dilakukan  pengetatan, sementara di sisi lain masih ada  program spsialisasi kementerian dan lembaga yang mensyaratkan kehadiran sejumlah peserta,” paparnya.

Terakhir, Netty juga meminta agar pemerintah tidak menutup telinga atas kritik dari rakyat atau dari siapapun.

“Tujuan kritik itu untuk memperbaiki kinerja pemerintah guna menyelamatkan rakyat. Jadi  jangan  dianggap angin lalu atau bahkan  disebut sebagai upaya memperkeruh keadaan. Kita semua cinta Indonesia dan ingin bangsa ini berhasil melewati krisis,” pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P