Netral English Netral Mandarin
15:21wib
Barcelona yang tumbang di tangan Bayern Munich sehingga dipastikan tersingkir dari ajang Liga Champions 2021-2022. Hasil analisis dan investigasi penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terhadap beberapa kecelakaan bus Transjakarta menunjukkan sebagian besar disebabkan oleh faktor kesalahan manusia.
PKS: Ironi, Pemerintah Terus Izinkan TKA Berdatangan Saat PHK dan Meledaknya Kasus Covid-19

Selasa, 06-Juli-2021 17:19

Politisi PKS, Sukamta
Foto : Istimewa
Politisi PKS, Sukamta
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, Sukamta menyebut terjadi anomali ketika pemerintah Indonesia terus memberikan izin kepada tenaga kerja asing (TKA) di tengah meledaknya Covid-19 dan terus bertambahnya jumlah pengangguran akibat PHK.

Hal itu disampaikan Sukamta menanggapi beredarnya informasi mengenai kembali datangnya TKA asal China di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, beberapa hari lalu.

Padahal, Sukamta menyebut pemerintah baru saja menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat wilayah Jawa-Bali.

“Pemerintah anomali, aneh bin ajaib. Berulangkali terjadi orang-orang asing dari luar negeri dan TKA bisa masuk ke Indonesia ketika pembatasan kedatangan dari luar negeri diberlakukan," kata Sukamta melalui keterangan tertulis, Senin (5/7/2021).

"Padahal pembatasan dilakukan untuk mencegah masuknya virus Covid-19 varian baru dari luar negeri. Akibatnya kasus Covid-19 meledak, varian baru masuk,” sambungnya.

Menurut Sukamta, pemerintah berdalih TKA tetap bisa masuk ke Indonesia ketika Covid-19, jika sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) untuk di tempatkan bekerja di proyek strategis nasional.

Di sisi lain, lanjut Sukamta, kedatangan TKA menjadi sebuah ironi. Covid-19 membuat banyak orang di PHK, pengangguran meningkat. Namun TKA terus berdatangan.

“Kami heran dengan pemerintah. Alasan TKA bekerja di proyek strategis nasional karena tidak ada tenaga kerja Indonesia sesuai skill yang dibutuhkan. Ini menghina kualitas anak negeri! Masih banyak rakyat Indonesia yang memiliki skill mumpuni tapi mereka belum dioptimalkan,” jelasnya seperti dilansir dari laman Fraksi PKS.

Untuk itu, legislator asal dapil DI Yogyakarta ini mengingatkan, walaupun izin telah diberikan sesuai dengan aturan namun pemerintah lupa mengenai norma kepatutan.

Seperti diberitakan, 20 TKA datang ke Bantaeng, Sulsel untuk bekerja di smelter nikel milik PT Huadi Nickel Alloy Indonesia di Kabupaten Bantaeng, Sulsel.

Masuknya 20 TKA asal China itu jadi viral dan menuai kritik dari sejumlah pihak karena saat ini tengah diberlakukan kebijakan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Pulau Bali (3-20 Juli 2021).

Terkait hal itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, membantah bahwa 20 TKA asal China itu masuk wilayah Indonesia pada masa PPKM Darurat. 

Novie menegaskan, semua TKA tersebut masuk pada 25 Juni 2021, sebelum PPKM darurat diberlakukan, melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

"Kami sangat paham adanya keresahan masyarakat tentang warga asing yang masuk di tengah pengetatan mobilitas orang. Tetapi kami tegaskan, mereka datang terlebih dahulu sebelum PPKM, dan telah memenuhi persyaratan keimigrasian dan lolos pemeriksaan kesehatan oleh Tim Kemenkes, sesuai protokol kedatangan orang dari luar negeri, di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta," kata Novie dalam keterangan resminya, Senin (5/7/2021).Setelah datang pada 25 Juni 2021, lanjut Novie, TKA tersebut telah menjalani masa karantina selama 5x24 jam sesuai dengan ketentuan dalam Surat Edaran Nomor SE 21 Tahun 2021.

“Ketika TKA datang, masih berlaku SE Nomor 21 Tahun 2021 sehingga mereka harus menjalani masa karantina selama 5 hari, kemudian baru melanjutkan perjalanan ke Makassar pada 3 Juli 2021. Dengan demikian, jelas bahwa TKA tidak datang langsung dari China ke Makassar,” ujarnya.

Novie menjelaskan, hingga saat ini Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar tidak melayani penerbangan internasional.

“Saat ini entry point ke wilayah Indonesia bagi pelaku perjalanan internasional, hanya bisa melalui beberapa bandara, yaitu Kualanamu di Medan, Soekarno Hatta di Banten, Juanda di Surabaya, Sam Ratulangi di Sulawesi Utara, dan Zainuddin Abdul Madjid di Nusa Tenggara Barat," jelas Novie.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi