Netral English Netral Mandarin
00:59wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
PKS Ragukan Rencana Pemerintah Aktifkan Sekolah: Masih Banyak Persoalan, Ini Catatannya

Rabu, 09-Juni-2021 16:22

Mardani Ali Sera
Foto : Istimewa
Mardani Ali Sera
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik Pemerintah soal Pandemi Covid -19. Pihaknya mencatatkan persiapan Pembelanjaran Tatap Muka (PTM) masih belum banyak kebijakan yang capai target.

Hal itu diungkapkan Mardani lewat akun resmi twitternya, @MardaniAliSera dilansir Jakarta, Rabu (9/6/2021).

"Bismillah, pembelajaran Tatap Muka (PTM) yg menurut rencana dilakukan Juli nanti msh menyisakan berbagai persoalan. Mulai dr pengisian daftar kesiapan sekolah smp vaksinasi guru yg msh jauh dr target. Trlbh tren kenaikan kasus Covid-19 stlh lebaran diperkirakan trjd smp awal Juli," tulisnya dalam utas.

Adalagi, lambannya proses pengisian daftar kesiapan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka hrs jd perhatian. Krn saat ini, baru 54,35% yg sdh menyatakan siap PTM dr sekitar 530rb sekolah. Tp data tsb blm Kemendikbudristek buka, baiknya perlu dibuka agar tdk ada kesimpang siuran

Berkali kali, Anggota DPR itu menekankan soal lambannya vaksinasi khusus pada target kalangan pendidikan.

Memang ada ancaman learning loss yang menghantui jika tidak segera menerapkan PTM. Tp lambannya proses vaksinasi jd ironi dan kita tidak bisa melupakan begitu saja aspek ini. Pusat dan daerah mesti memperbaiki koordinasi sampai prioritasnya.

"Mendikbudristek, Menkes & kepala daerah perlu lebih giat meninjau vaksinasi tenaga kependidikan di daerah. Saat ini rata2 jumlah org di vaksin sekitar 200-300rb per hari, ke depan hrs bs mencapai 500ribu per hari. Walaupun msh jauh dr keinginan Pak @jokowi ketika itu (1 jr per hari)," tulisnya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli