Netral English Netral Mandarin
10:47 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
PKS Sebut Banyak Warga Surabaya di Kolong Jembatan, Netizen: Surabaya Gak Bakalan Milih PSK

Selasa, 12-January-2021 15:48

Iliustrasi PKS Sebut di Surabaya Banyak Warga di Kolong Jembatan, Netizen: Surabaya Gak Bakalan Milih PSK
Foto : CNN Indonesia
Iliustrasi PKS Sebut di Surabaya Banyak Warga di Kolong Jembatan, Netizen: Surabaya Gak Bakalan Milih PSK
11

SURABAYA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyatakan masyarakat yang tinggal di kolong jembatan masih sangat banyak ditemukan di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Dia bicara demikian menanggapi gelagat eks Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang rajin menemui pemulung dan pengemis di Jakarta usai didapuk menjadi Menteri Sosial.

"Kalau beliau datang ke Jakarta dan kemudian datang ke kolong dan sebagainya, ternyata di Surabaya masih banyak sekali atau masih banyak yang begitu. Apakah beliau sedang kangen-kangenan dengan Surabaya sehingga di Jakarta ke kolong juga?" imbuhnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/1/21).



Pernyataan HNW sontak mendapat sorotan warganet. Akun FB Mak Lambe Turah ikut membagikan tautan Selasa (12/1/21) dan cuitannya dikomentari banyak netizen, katanya: "Warga Surabaya sini kasih komentar biar Mak tau yang bener kalian apa si Dayat."

Andy Febriyanto: "Partai ini gak laku di SBY"

Kang Mas Eko: "Partai yg hanya bisa koar koar tanpa ada kerja nyatanya. Kalau perlu guide saya siap nunjukin semua jembatan yg ada di surabaya."

Ivan Aries: "Surabaya gak bakalan milih PSK."

Zakesa Ekky: "Lek akeh, ndang sebutno ben dilacak karo arek arek."

Azis Primasuryadi III: "Pak prabowo waktu kampanye.Kab termiskim.Mana coba. Anggaran anggaran."

Modric Al Ghazali: "Ning jawa timur partai sing gak payu kwi PKS."

Sementara sebelumnya diberitakan, HNW juga merespons anggapan publik bahwa Risma tengah melakukan pencitraan. Menurutnya, asumsi itu wajar muncul karena masyarakat juga suka membandingkan.

"Itu bagian dari reaksi publik. Beliau yang sudah lama di Surabaya juga tentu paham bahwa rakyat punya hak menyuarakan apa yang ada dalam pikiran mereka, karena rakyat juga membandingkan," kata HNW kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/1).

Anggota Komisi VIII DPR RI itu lalu meminta Risma fokus untuk menyelesaikan dua masalah utama di Kemensos saat ini.

Pertama, menurutnya, Risma harus membenahi data tentang calon penerima bantuan sosial (bansos) tunai yang baru diluncurkan Jokowi. Menurutnya, data tersebut harus segera divalidasi dan diverifikasi karena banyak yang bermasalah.

"Seharusnya beliau konsentrasi di situ supaya tidak terjadi pengulangan terjadi korupsi akibat data yang tidak valid," kata HNW.

Selanjutnya, menurutnya, Risma perlu segera memastikan program bansos tunai benar-benar membantu rakyat yang terdampak pandemi Covid-19 dan bisa menggerakan ekonomi masyarakat.

HNW pun menyayangkan berkurangnya anggaran perlindungan sosial yang semula Rp128,9 triliun di 2020 menjadi Rp110 triliun di 2021, sementara bansos tunai turun dari Rp39 triliun pada 2020 menjadi Rp12 triliun di 2021 alias berkurang sebesar Rp27 triliun.

"Risma seharusnya fokus di sini, amankan anggaran itu supaya bisa efektif membantu rakyat korban Covid-19," katanya.

Pada hari pertama berkantor di Kemensos, Jakarta, 28 Desember 2020, Risma langsung blusukan ke sejumlah titik di ibu kota RI tersebut.

Saat itu, Risma langsung meninjau kondisi tempat tinggal warga di wilayah sekitar kantor Kementerian Sosial, Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat. Salah satu yang ia kunjungi adalah kolong jembatan Pegangsaan.

Aksi blusukan Risma tak berhenti sampai di situ, ia beberapa kali kerap melakukan blusukan dan mengajak para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) agar mau dipindahkan ke panti rehabilitasi sosial.

Terbaru, pada Senin (4/1), dalam blusukannya ke wilayah Thamrin, Jakarta Pusat, Risma menemukan gelandangan yang langsung diajak ke rumah penampungan.

Meski begitu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengungkapkan tidak terganggu dengan aksi blusukan Risma di Jakarta.

Riza bahkan mengapresiasi langkah Risma blusukan dan menemukan sejumlah tunawisma. Ia mengakui, permasalahan tunawisma di Jakarta memang menjadi pekerjaan rumah Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto