Netral English Netral Mandarin
20:21wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
PKS Sebut TNI Mesti Berbenah untuk Hadapi 3 Tantangan Besar, Apa Itu?

Selasa, 05-Oktober-2021 21:47

Anggota Komisi I DPR Sukamta
Foto : DPR.goid
Anggota Komisi I DPR Sukamta
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR Sukamta turut memberikan ucapan selamat kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) merayakan HUT ke-76 pada 5 Oktober 2021 hari ini.  

Sukamta mengatakan, selama 76 tahun TNI terbukti telah hadir untuk menjaga kedaulatan Indonesia dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Dengan kiprah TNI yang besar, wajar jika dalam banyak survei, respon positif masyarakat terhadap TNI selalu tinggi. Modal kepercayaan masyarakat yang besar ini perlu direspon TNI dengan terus meningkatkan profesionalitasnya,” kata Sukamta dalam keterangannya, Selasa (5/10/2021).

Wakil Ketua Fraksi PKS itu menilai, ada 3 tantangan besar yang dihadapi TNI saat ini. Pertama, adanya ancaman keamanan regional dengan memanasnya situasi di Laut China Selatan.

Menurutnya, posisi Indonesia yang dekat dengan episentrum konflik LCS akan rawan menjadi area perang proxy dan adu pengaruh antar kekuatan besar seperti China dan Amerika.

“Bukan tidak mungkin skala konflik di Laut China Selatan bisa berkembang menjadi perang terbuka. Jika ini terjadi, dampak secara ekonomi akan sangat berat bagi negara-negara di sekitarnya," ujar Sukamta.

"Dengan pendekatan keamanan internasional secara konvensional yang dipertontonkan China dan Amerika beserta sekutunya melalui adu kekuatan milter, mau tidak mau Indonesia juga harus mengembangkan kemampuan militer ke level yang lebih tinggi agar punya posisi lebih kuat dalam skala regional,” urainya.

Tantangan kedua yang dihadapi TNI, sebut Sukamta, ada di lingkup nasional. Dalam hal ini ia menyinggung soal meningkatnya gerakan separatisme di Papua, masih tumbuhnya gerakan ekstrimisme berbalut sentimen agama serta ancaman disintegrasi karena sentimen politik yang mengarah kepada pembelahan masyarakat.

Persoalan itu, kata Sukamta, perlu disikapi oleh TNI dengan tindakan yang lebih sistematis dan menyentuh akar permasalahan.

“Peran Babinsa dalam melakukan edukasi bela negara di tengah masyarakat perlu lebih dikuatkan. Program-program seperti TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang menyasar kantong-kantong kemiskinan dan juga wilayah terluar dan tertinggal perlu diperluas karena akan menguatkan simpul-simpul persatuan,” paparnya.

Sementara tantangan ketiga yang tak kalah besar dihadapi TNI, lanjut Sukamta, adalah perkembangan teknologi yang sangat pesat yang menyebabkan dimensi keamanan nasional menjadi lebih luas.

“Saat ini ancaman terhadap kedaulatan Indonesia tidak hanya berwujud kekuatan bersenjata, tetapi juga bisa berwujud Perang Siber. Hal ini menuntut TNI untuk turut memperkuat sistem keamanan siber,” terangnya.

Dengan adanya 3 tantangan di atas, Sukamta berharap TNI terus melalukan pembenahan dengan fokus kepada 2 hal. Peningkatan kapasitas SDM dan memperkuat industri pertahanan nasional. "Kedua hal ini akan membawa TNI pada level yang lebih tinggi dalam percaturan global," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati