3
Netral English Netral Mandarin
02:07 wib
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beserta keluarga dan stafnya diketahui menerima suntik vaksin virus corona (Covid-19) secara gratis. Pakar menyebut Virtual Police atau Polisi Virtual yang diluncurkan Bareskrim Polri membuat masyarakat takut untuk mengeluarkan pendapat di media sosial.
PKS Tolak Larangan ASN Terafiliasi HTI-FPI, FH: Berarti Menolak Pancasila

Jumat, 29-January-2021 21:26

Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH)
Foto : Istimewa
Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH)
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Ferdinand Hutahaean menyebut PKS sebagai partai yang menolak Pancasila. Alasannya, mereka menolak larangan ASN terafiliasi dengan HTI maupun FPI yang notabene sudah dinyatakan terlarang di Indonesia.

“Ini Indonesia, negara dengan landasan kebangsaan Pancasila yg telah menempatkan HTI dan FPI sebagai ORMAS TERLARANG. Maka sdh sewajarnya APARATUR SIPIL NEGARA yg ber Pancasila dilarang berafiliasi dgn HTI dan FPI. Yg menolak hal tsbt, menolak pancasila,” tulis mantan politisasi Partai Demokrat itu di akun Twitternya, Jumat (29/1/2021).

Sebelumnya, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyebut pelarangan oleh pemerintah iini sebagai berlebihan. Menurutnya, tidak perlu memakai pendekatan kekuasaan untuk hal seperti ini, melainkan bisa dengan pendekatan yang lebih halus, seperti dialog atau edukasi.

"Berlebihan," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (29/1/2021).

"Pendekatan dialog dan edukasi bersamaan dengan pendekatan intelijen jauh lebih tenang dan tidak membuat bising," ujarnya.

Mardani menilai pemerintah tidak perlu memakai pendekatan kekuasaan seperti pada masa pemerintahan masa lalu. Ia menilai pemerintah tak perlu kembali menerapkan pendekatan terhadap HTI dan FPI seperti yang diterapkan ke PKI.

"Tidak perlu pakai pendekatan seperti pada PKI. Justru kita berbuat kesalahan yang sama. Menghadapi kasus seperti ini, edukasi dan dialog yang pas. Jangan pakai pendekatan kekuasaan, apalagi ada unsur menzalimi," ucapnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati