Netral English Netral Mandarin
09:43wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
PMN Rp6,2 Triliun Untuk BUMN Infrastruktur Telah Cair

Rabu, 08-September-2021 20:00

Ilustrasi pembangunan jalan tol
Foto : Istimewa
Ilustrasi pembangunan jalan tol
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Hutama Karya (Persero) yang saat ini mendapat tugas mengerjakan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ( JTTS ) baru saja menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahap I TA 2021 senilai Rp 6,2 Triliun pada Senin (30/8) lalu. PMN ini akan digunakan untuk memenuhi porsi ekuitas dalam mempercepat penugasan pengusahaan JTTS .

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Tjahjo Purnomo menyampaikan bahwa PMN yang telah diterima perusahaan akan digunakan untuk tiga ruas JTTS .

"Sesuai yang terdapat di dalam APBN tahun 2021, PMN sebesar Rp6,2 triliun akan dialokasikan untuk percepatan pembangunan tol ruas Sigli - Banda Aceh sebesar Rp3,092 triliun, ruas Lubuk Linggau - Curup - Bengkulu sebesar Rp2,702 triliun dan ruas Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat sebesar Rp414 miliar," kata Tjahjo dalam keterangan tertulis, Rabu (8/9).

Selain menerima PMN tahap 1, saat ini Hutama Karya juga tengah mengusulkan penambahan PMN 2021 Tahap II dan III sebesar Rp19 triliun yang akan digunakan untuk mengoptimalkan pembangunan di 8 ruas JTTS diantaranya ruas Medan - Binjai, ruas Pekanbaru - Dumai, ruas Binjai - Langsa seksi Binjai - Pangkalan Brandan, ruas Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat, ruas Sp. Indralaya - Muara Enim, ruas Kisaran - Indrapura, ruas Sigli - Banda Aceh dan ruas Pekanbaru - Pangkalan.

Lebih lanjut, Tjahjo menjelaskan bahwa untuk menyelesaikan pembangunan JTTS , Perusahaan membutuhkan dukungan pendanaan dari Pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Untuk menyelesaikan target pembangunan khususnya di tahap I yang terdiri dari 8 (delapan) ruas jalan tol, sebelumnya perusahaan telah melakukan berbagai alternatif pendanaan melalui creative financing mulai dari pendanaan perbankan nasional hingga penerbitan obligasi. Namun di luar itu, Perusahaan juga membutuhkan financing support melalui PMN berkelanjutan ini untuk menjaga arus kas perusahaan tetap sehat, jelas Tjahjo.

Hutama Karya juga sedang mengajukan usulan PMN Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp31,350 Triliun dalam bentuk tunai yang akan dialokasikan untuk menyelesaikan beberapa ruas JTTS yang ditargetkan rampung keseluruhan di 2023.

"Alokasi PMN TA 2022 sebesar Rp31,350 Triliun akan digunakan untuk ruas Pekanbaru - Dumai senilai Rp 293 miliar, Binjai - Langsa senilai Rp 3,581 triliun, SpIndralaya - Muara Enim Rp7,180 triliun, Kisaran - Indrapura senilai Rp2,422 triliun, Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat senilai Rp5,057 triliun, Bengkulu - Taba Penanjung senilai Rp1,237 triliun, Sigli - Banda Aceh Rp6,376 triliun dan Pekanbaru - Pangkalan senilai Rp5,204 triliun." terang Tjahjo.

Sebagai informasi, Hutama Karya terus berupaya menyelesaikan pembangunan di 8 (delapan) ruas JTTS tahap I, adapun progres masing-masing ruas tersebut yakni Tol Sigli Banda - Aceh (74 Km) sebesar 71%, Tol Kisaran - Indrapura (48 Km) sebesar 24%, Tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat (143 Km) sebesar 60%, Tol Sp. Indralaya - Muara Enim (121 Km) sebesar 33%, Tol Padang - Sicincin (36 Km) sebesar 44%, Tol Pekanbaru - Pangkalan (64 Km) sebesar 62%, Tol Bengkulu - Taba Penanjung (18 Km) sebesar 81?n Tol Binjai Langsa seksi Binjai - Pangkalan Brandan (58 Km) sebesar 38%.

Hingga saat ini seluruh PMN yang diterima perusahaan telah menghasilkan JTTS yang terbangun dan beroperasi hingga 531 Km diantaranya yakni Tol Bakauheni - Terbanggi Besar (141 Km), Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (189 Km), Tol Palembang - Indralaya (22 Km), Tol Medan Binjai (17 Km), Tol Pekanbaru - Dumai (132 Km), Tol Sigli - Banda Aceh seksi 3 Jantho - Indrapuri (16 Km) dan seksi 4 Indrapuri - Blang Bintang (14 Km).

Adapun di tahun 2021, Hutama Karya akan menyelesaikan beberapa ruas tol yang berada pada tahap I pembangunan JTTS tersebut. "Kami telah membangun 531 km tol dan saat ini sudah beroperasi.

Menjelang akhir tahun ini, kami berharap akan bertambah sepanjang 80 Km diantaranya Tol Sigli - Banda Aceh seksi 2,5 dan 6 sepanjang 19 Km, Tol Binjai - Langsa segmen Binjai - Stabat (12 Km), Tol Pekanbaru - Bangkinang (31 Km) dan Tol Bengkulu - Taba Penanjung (18 Km). Sehingga rencana total terbangun Jalan Tol Trans Sumatera di tahun 2021 yakni sepanjang 611 Km," tutup Tjahjo.

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan HP