Netral English Netral Mandarin
03:21wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Poin Pentingnya, Hanya 60 Ribu Jemaah Haji yang Diizinkan Arab Saudi, Netizen: Ibadah kok Dilarang

Sabtu, 05-Juni-2021 16:15

Ilustrasi Ibdah Naik Haji
Foto : Istimewa
Ilustrasi Ibdah Naik Haji
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa jumlah jemaah naik haji yang diizinkan pada tahun 2021 hanya 60 ribu jemaah. 

Hal ini penting dipahami menjadi dasar terkait larangan naik haji yang diberlakukan di sejumlah negara. 

Meski demikian, masih tak sedikit warganet yang tetap mempersoalkan larangan tersebut. Hal ini seperti terlihat di akun FB Mak Lambe Turah, Sabtu 5 Juni 2021.

MLT: “Nah buat yang kepo yuk disimakkkk..........”

Eko Joyo Sentiko: “Orang ibadah kok di larang. Nunggu komen spt ini.”

Mary Swanson: “45 ribu luar negeri dan 15 ribu penduduk lokal Arab Saudi,....paham lu drun.”

Untuk diketahui, sejak munculnya pandemi Covid-19, tahun ini akan menjadi pertama kalinya Arab Saudi memutuskan untuk mengizinkan hanya 60.000 orang dari seluruh dunia, melakukan haji, kata akun resmi twitter @haramaininfo, mengutip sebuah pernyataan dari kementerian kesehatan Arab Saudi.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan bahwa mereka mengizinkan jemaah haji di luar negeri untuk acara tahunan pada bulan Juli tetapi akan dalam skala yang lebih kecil dibandingkan dengan waktu pra-pandemi.

“45.000 peziarah dari luar negeri akan dialokasikan dan 15.000 dari dalam Kerajaan kemungkinan akan diizinkan,” kata kementerian kesehatan.

Kerajaan Arab Saudi telah mencabut larangan penerbangan internasional mulai 17 Mei 2021 karena haji dijadwalkan berlangsung dari 17 Juli hingga 22 Juli 2021.

Poin-poin penting untuk haji 2021:

– Hanya 60.000 jemaah akan dijadwalkan untuk melakukan haji tahun ini yang mencakup peziarah lokal dan asing.

– Mereka yang melakukan haji harus berusia antara 18-60 tahun.

– Orang yang menunaikan haji harus dalam keadaan sehat.

– Mereka yang melakukan haji tidak boleh berada di rumah sakit karena penyakit apa pun dalam enam bulan terakhir sebelum melakukan perjalanan haji. (bukti diperlukan)  

– Jemaah haji harus memiliki kedua dosis vaksin dengan kartu vaksinasi yang diberikan oleh masing-masing negara Organisasi Kesehatan / Rumah Sakit / Kementerian. (bukti diperlukan).

– Vaksin yang diambil harus dalam daftar yang disetujui yang diakui oleh kementerian kesehatan di Kerajaan Arab Saudi.

– Para jemaah haji harus dikarantina selama tiga hari jika tergolong jemaah haji asing begitu tiba di Kerajaan Arab Saudi.

– Dosis pertama vaksin harus sudah diambil pada tanggal 1 Syawal 1442. Catatan: Hari ini telah berlalu dan merupakan hari Idul Fitri 1442.

– Dosis kedua vaksin harus diambil pada hari ke-14 sebelum tiba di Kerajaan Arab Saudi.

– Kondisi jarak sosial dan pemakaian masker dan tindakan pencegahan lainnya akan terus melindungi peziarah.

Awal pekan ini, Kerajaan mengumumkan akan mengizinkan jemaah haji dari luar negeri untuk menunaikan haji tahun ini.

Pekan lalu, Kerajaan memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke 13 negara termasuk India tanpa izin karena masalah keamanan dan ketidakstabilan di beberapa negara, sementara pandemi COVID-19 terus berlanjut dan jenis virus baru menyebar ke beberapa negara lain.

Sebelumnya pada bulan Maret, kementerian kesehatan kerajaan Arab Saudi mengatakan bahwa hanya akan mengizinkan orang yang telah divaksinasi terhadap COVID-19 untuk menghadiri haji tahun ini. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P