Netral English Netral Mandarin
01:03 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Polda Metro Jaya Tolak Laporan soal Risma Blusukan, FH: Bikin Malu Keluarga aja Lu Sin

Selasa, 12-January-2021 10:45

Ferdinand Hutahaean.
Foto : Demokrat
Ferdinand Hutahaean.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polda Metro Jaya menolak laporan Wakil Ketua Umum Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah, Tjetjep Muhammad Yasien, terhadap Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma).

Upaya pelaporan blusukan Risma ke Polda Metro Jaya mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean. Menurutnya, pelapor harus banyak baca dan mencari informasi sebelum ke kantor polisi.

"Pelapor ini perlu banyak membaca dan mencari info sblm melangkah ke kantor Polisi. Hanya bermodal asumsi bahwa yg dilakukan olh Risma adalah settingan hendak mermpidanakan orang. Padahal fakta sdh jelas bahwaitu bkn settingan. Bikin malu keluarga aja lu Sin.!!," kata Ferdinand dalam akun Twitternya, @Ferdinand Haean3.



Sebelumnya Yasien melaporkan Risma atas dugaan tindakan pembohongan publik terkait kegiatan blusukan di DKI Jakarta.

"Iya cuma melaporkan perkara langsung tidak diterima. Jadi akhirnya kita melaporkan secara surat ya," kata Yasien Senin (11/1/2021).

Yasien menjelaskan alasan melaporkan Risma ke polisi. Dia menilai Risma telah melakukan pembohongan publik karena, menurutnya, di kawasan Sudirman-Thamrin tidak ada tunawisma.

"Selama ini saya dari 1997 sudah di Jakarta saya sering berada di situ memang tidak ada. Yang kedua sudah dibantah oleh pemprov bahwa itu (tunawisma) tidak ada di situ. Lalu yang ketiga Nursaman (salah satu tunawisma yang berinteraksi dengan Risma) sendiri bukan tunawisma," paparnya.

Lebih lanjut, dalam proses melaporkan, Yasien mengaku ditanya sejumlah hal oleh polisi. Salah satunya mengenai ada-tidaknya pihak yang dirugikan karena kegiatan blusukan Risma.

"Saya diminta membuktikan. Saya ditanyakan apakah warga sekitar merasa dirugikan? Saya ditanya apakah warga sekitar tidak masalah dan sebagainya, lalu siapa yang melakukan kebohongannya," ungkap Yasien.

Meski laporannya ditolak, Yasien mengatakan telah memberikan surat keberatan atas kegiatan blusukan Risma di kawasan Sudirman-Thamrin. Surat keberatan tersebut juga sudah diserahkan ke polisi.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani