Netral English Netral Mandarin
21:34wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Polemik Donasi Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio Mirip Kisah Abu Nawas Mau Terbang?

Rabu, 04-Agustus-2021 06:03

Anggota Komisi III DPR Jazilul Fawaid
Foto : Istimewa
Anggota Komisi III DPR Jazilul Fawaid
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi III DPR Jazilul Fawaid mengatakan, publik tak perlu serius menanggapi polemik donasi Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. 

Menurutnya, dana hibah Rp2 triliun yang dijanjikan keluarga Akidi Tio untuk penanganan pandemi Covid-19 itu, mirip dengan kisah Abu Nawas mau terbang.

Diceritakan Jazilul, suatu hari, Abu Nawas sesumbar kalau dirinya ingin terbang. Sontak, kabar tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh antero negeri dan menjadi pergunjingan publik, bahkan sampai ke telinga Raja Harun Ar-Rasyid.

Sang Raja kemudian memanggil Abu Nawas ke istana untuk dimintai keterangan. ”Ketika ditanya (raja) apakah benar Abu Nawas ingin terbang? Dijawab 'iya,” kata Gus Jazil menceritakan kisah Abu Nawas, Selasa (3/8/2021).

Singkat cerita, publik kemudian berbondong-bondong mendatangi alun-alun untuk menyaksikan apakah Abu Nawas benar bisa terbang atau tidak.

Setelah masyarakat berkumpul, Abu Nawas pun beraksi. Dia naik ke sebuah gedung yang tinggi dan perlahan mulai mengepakkan tangannya dari atas gedung layaknya burung terbang.

Masyarakat yang menyaksikan hal itu menuduh Abu Nawas telah berbohong sehingga layak dihukum. Namun dengan santainya Abu Nawas mengatakan bahwa dia hanya mengatakan ingin terbang, bukan bisa terbang.

Usai menceritakan kisah Abu Nawas yang ingin terbang, Gus Jazil mengatakan bahwa pesan yang terkandung dari cerita tersebut, yakni masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menerima sebuah berita. ”Berita jangan ditelan mentah-mentah,” tuturnya.

Dalam kasus sumbangan Rp2 triliun, Gus Jazil menyebut bahwa keluarga Akidi Tio baru menyatakan niatnya untuk membantu sementara uangnya belum ada.

”Apa salahnya orang mau membantu? Nah sekarang masalahnya uang Rp2 triliun yang dikatakan mau disumbangkan ini nggak jelas ada dimana karena masih mau. Nah, cerita-cerita begini banyak. Maksud saya, kita hargai niat baik keluarga Akidi Tio ini di tengah pandemi. Ini kan baru mau,” ungkapnya.

Wakil Ketua MPR RI ini mengungkapkan,  persoalannya sekarang adalah keberadaan uang keluarga Akidi Tio yang sempat disebutkan senilai total Rp16 triliun di Singapura.

”Kalau memang itu ada, tolong pemerintah membantu. Nanti pemreintah dapat Rp2 triliun. Tapi cerita-cerita begini ini banyak sasekali di masyarakat. Dulu ada cerita uang Bung Karno, ada juga bongkar- bongkar makam di Batu Tulis, itu biasa, nggak usah serius-serius,” tuturnya.

Gus Jazil melanjutkan, jika nanti uang itu benar adanya dan ditemukan, kemudian keluarga Akidi Tio menyatakan batal menyumbangkan Rp2 triliun, hal itupun tidak bisa disalahkan karena apa yang dilakukan ini baru niat dan sukarela.

”Semua yang terjadi ini baru mau. Sebenarnya kalau mau diungkap, keluarga ini mau membuat lelucon atau mau membantu bneran, atau memang dia kesulitan untuk mencairkan uang yang Rp16 triliun,” ucap dia.

Karenanya, Gua Jazil mengatakan bahwa dalam kasus ini tidak perlu saling menyalahkan. Polisi pun, tambahnya, tidak bisa disalahkan.

”Apanya yang mau disalahkan wong ini orang datang mau menyumbang. Terus sekarang merasa tertipu, ter-prank, apanya yang ter-prank? Ya namanya ada orang mau nyumbang masa Polda disalahkan? Orang mau nyumbang ya silakan,” urainya.

Lebih jauh, Wakil Ketua Umum PKB itu mengungkapkan, saat ini masyarakat Indonesia sedang mengalami kesulitan sehingga jika ada orang yang punya niat baik untuk membantu pemerintah maka harus dihargai.

”Jangankan Rp2 triliun, Rp200 ribu saja sudah sangat berharga. Tetapi jangan kemudian orang yang berkeinginan baik justru kemudian menjadi tersangka,” pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati