Netral English Netral Mandarin
02:25wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Polemik Formula E, Pemprov DKI Beberkan Fakta Soal Kerugian dan Komitmen Fee

Sabtu, 02-Oktober-2021 10:00

Gubernur Anies di Ajang Formula-E
Foto : Istimewa
Gubernur Anies di Ajang Formula-E
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polemik penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E yang akan digelar Gubernur Anies Baswedan di Jakarta pada Juli 2022, terus bergulir. 

Banyak pihak, bahkan dewan legislatif sekalipun menyebut rencana Anies tesebut justru hanya menghambur hamburkan dana APBD yang merupakan uang rakyat.

Bahkan, Anies pun disebut tidak mengindahkan laporan BPK.

Menanggapi polemik yang terus berlanjut, dan terlebih adanya temuan BPK yang dijadikan pihak tertentu untuk menyalahartikannya, Pemprov DKI melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) pun ikut menjelaskan. 

Dari penjelasan digital berjudul Katanya vs Faktanya Formula E yang diterima wartawan, sedikitnya ada 12 point yang selama ini menjadi pertanyaan banyak pihak dan dijawab Pemprov DKI. 

Pertama, yang katanya Formula E merupakan pemborosan ABPD, faktanya bahwa hampir setiap event dunia membutuhkan dana dari pemerintah, termasuk Asean Game 2018 dan Motor GP Mandalika Maret 2022.

"Katanya juga komitmen fee Rp2,3 triliun dan biaya pelaksanaan Rp4,4 triliun, faktanya komitmen fee adalah Rp560 miliar (bukan hanya tahun pertama tapi untuk semua tahun penyelenggaraan). Tidak ada tambahan biaya dari APBD untuk pelaksanaan Formula E, baik untuk 2022, 2023 dan 2025", tulis keterangan yang dikutip, Jumat (1/10/2021).

Dijelaskan juga, yang katanya besaran komitmen fee Formula E Jakarta lebih tinggi dibanding kota lain di dunia, faktanya perbandingan komitmen fee antar kota tidak bisa dilakukan secara apple to apple. 

Beberapa kota menanggung hampir seluruh penyelenggaraan, sedangkan disebagian kota lain FOE banyak meng cover biaya.

"Nilai komitmen fee masing masing kota/ negara berbeda dipengaruhi oleh (1) apa saja yang di cover FOE ,(2) jarak lokasi dengan kota penyelenggaraan jauh, (3) kapan kota tersebut menjadi tuan rumah, semakin akhir semakin tinggi komitmen fee," jelasnya kembali.

Fakta lainnya juga biaya penyelenggaraan Formula E di Jakarta lebih tinggi, adalah (1) FOE mengcover biaya broadcasting dan penyiaran live di 150 negara, akomodasi ribuan official selama sekitar 1 bulan. (2) Biaya geografis negara Indonesia membuat biaya logistik harus dikeluarkan lebih tinggi dibanding Eropa dan Amerika.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani