Netral English Netral Mandarin
00:19wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Polemik Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Said Didu: Sebaiknya Bu Rini Muncul Menjelaskan

Selasa, 12-Oktober-2021 10:15

Kereta cepat Jakarta-Bandung
Foto : Humas KCIC
Kereta cepat Jakarta-Bandung
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM

Polemik pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terus bergulir. Pemerintah meyakinkan tak ada penggunaan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Namun, kondisi mulai berubah dari nilai proyek membengkak hingga wacana penggunaan dana APBN. Kritik pun mulai berdatangan.

Salah satunya, dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Dia meminta eks Menteri BUMN Rini Soemarno harus menjelaskan kepada publik soal proyek kereta cepat tersebut.

"Sebaiknya Bu Rini muncul menjelaskan atas pembengkakan biaya dan adanya perubahan menggunakan APBN," tulisnya seperti dilansir akun resmi twitternya, Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian BUMN menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum mengucurkan dana dari APBN untuk menopang pembangunan kereta api cepat Jakarta - Bandung.

Hal ini sekaligus menjawab isu yang berkembang bahwa proyek yang digarap oleh PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC ) tersebut sama sekali belum mendapatkan suntikan dana APBN.

Hingga saat ini proses konstruksinya masih dilakukan secara bussiness to bussiness (BtooB). 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani