Netral English Netral Mandarin
12:14wib
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia untuk Minggu 1 Agustus 2021. Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021).
Polemik Pengadaan Alutsista, Lieus Sungkharisma Puji Sikap Kenegarawanan Prabowo Subianto

Senin, 14-Juni-2021 16:00

Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma
Foto : Netralnews.com/Adiel Manafe
Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma, ikut mengomentari polemik rencana pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) senilai Rp 1,7 kuadriliun atau setara Rp 1.750 triliun oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Lieus menilai rencana pembelian alutsista senilai Rp 1.750 Triliun oleh Kemenhan di bawah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto adalah sebuah keharusan jika Indonesia ingin dihormati negara lain.

Seperti diketahui, rencana pengadaan alutsista tersebut tertera dalam dokumen Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024.

“Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak alutsista kita yang usianya sudah sangat tua dan ketinggalan jaman,” kata Lieus melalui keterangan tertulis yang diterima netralnews.com, Senin (14/6/2021).

Lieus berpendapat kalau polemik pengadaan alutsista itu timbul karena ada pihak-pihak yang selama ini menjadi bagian dari pengadaan alutsista di Kemenhan merasa terganggu kepentingannya.

“Seperti yang sudah banyak diberitakan media, pengadaan alutsista kita selama ini ‘kan dikuasai sekelompok oknum,” ujar Koordinator Forum Rakyat itu.

Untuk itu, lanjut Lieus, jika belakangan ini Menhan Prabowo dikritik sejumlah orang atas rencana pengadaan alutsista itu, “semua itu adalah bagian dari terganggunya kepentingan oknum-oknum tersebut,” tandasnya.

Padahal, tambah Lieus, apa yang dilakukan Prabowo itu bukanlah kebijakan pribadinya. “Tapi lebih sebagai upaya meneruskan visi misi pak Jokowi selaku Presiden,” jelasnya.

Kepada Prabowo, ungkap Lieus, Presiden Joko Widodo sebagaimana dinyatakan Juru bicara Kemenhan, Daniel Anzar Simanjuntak, memang menginginkan adanya kejelasan lima sampai dengan 25 tahun ke depan mengenai kepemilikan alpalhankam.

Karena itulah Lieus memuji Menhan Prabowo yang menunjukkan sikap kenegarawanannya dengan mengundang para pengeritiknya untuk berdialog di kantornya.

“Saya salut dengan sikap pak Prabowo yang tidak marah dikritik bahkan hingga menyinggung soal pribadi dan partainya. Beliau justru mengundang pengkritik itu ke kantornya dan mengajaknya berdialog,” tutur Lieus.

Lebih jauh, Lieus menyebut apapun polemik yang timbul dari rencana pengadaan alutsista itu, ia berharap Prabowo tidak mundur.

“Kemenhan harus terus berjuang agar rencana pengadaan alutsista itu terwujud. Semua itu demi pertahanan keamanan negara kita di masa depan,” pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli