Netral English Netral Mandarin
09:58wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Polemik Pesawat Kepresidenan, Elit Demokrat: Durhaka Kalian ke Pak SBY

Kamis, 05-Agustus-2021 21:45

Jansen Sintindoan
Foto : Istimewa
Jansen Sintindoan
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wasekjen Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon menyindir pihak-pihak yang dulu menyerang Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena membeli pesawat kepresidenan jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2), seharga Rp 840 miliar. 

Sindiran dilontarkan Jansen terkait polemik pengecatan pesawat kepresidenan yang memakan anggaran Rp2 miliar, serta pergantian warna pesawat dari biru-putih menjadi merah-putih.

"Bagi saya pribadi terserah kalianlah mau ganti apapun, cat, ban dll. Karena kalian sekarang yang pegang pemerintahan," tulis Jansen di akun Twitter-nya, Rabu (4/8/2021).

"Tapi satu yang tak boleh kalian lupa, kalian dulu adalah orang-orang yang menolak ketika pesawat presiden ini dibeli! Bahkan menyarankan dijual. Dan pak SBY diserang karena ini," cuit @jansen_jsp.

Jansen juga menyentil Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pernah mengkritik pembelian pesawat tersebut. Kritik Jokowi disampaikan pada 2014 lalu saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Kala itu, Jokowi menilai bahwa anggaran pembelian pesawat kepresidenan masih dapat digunakan untuk menutupi kebutuhan mendasar di negara ini, seperti di bidang pendidikan dan kesehatan.

"Ternyata tahun 2014 pak @jokowi pernah mengatakan terkait pesawat presiden anggaran sebesar itu dipakai menutupi kebutuhan dasar saja pendidikan kesehatan dll," katanya.

"Padahal pak ⁦@SBYudhoyono⁩ cuma pakai pesawat ini beberapa bulan saja. Yang nolak malah terus pakai," ungkap Jansen.

Jansen kemudian mengungkit pernyataan politisi PDIP Maruarar Sirait yang pernah meminta Presiden Jokowi menjual pesawat kepresidenan.

Sesuai pernyataan Maruarar itu, Jansen pun menyarankan agar sebaiknya pesawat kepresidenan dijual ketimbang ganti cat.

"Ketimbang ganti cat lebih baik kalian jual saja itu pesawat kepresiden sebagaimana usul ini," ucap Jansen. Ia menautkan tangkapan layar pemberitaan media soal pernyataan Maruarar pada 2014 lalu.

"Kebanyakan omong kalian sekarang kulihat, padahal kalian yang menolak keras pesawat ini dibeli. Habis kalian kritik pak SBY padahal cuma makai beberapa bulan. Malah kalian yang terus pakai sampai sekarang!" tegas Jansen.

Di akhir cuitannya, Jansen menyarankan pihak-pihak yang dulu menolak pembelian pesawat kepresidenan untuk meminta maaf dalam hati kepada SBY setiap kalai naik pesawat tersebut. Pasalnya, ia menyebut mereka telah durhaka terhadap SBY.

“Bagi siapapun kalian yang dulu nolak beli pesawat ini dan sekarang malah menikmati naik di dalamnya, durhaka kalian ke pak SBY yang kalian hujat padahal cuma makai beberapa kali. Jadi tiap kalian naik pesawat ini minta maaflah dalam hati agar tidak sial," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P