Netral English Netral Mandarin
21:18wib
Tersangka kasus dugaan penistaan agama, Yahya Waloni menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya kalangan Nasrani. Para peneliti menemukan sebuah parasit malaria yang kebal obat di Uganda.
Polemik 'The King of Lip Service', Ade Armando Ditertawai Geisz Chalifah: Dosen Pecundang Dikuliti Anak Kecil, Kocak

Senin, 28-Juni-2021 19:39

Geisz Chalifah dan Ade Armando
Foto : Kolase Indozone
Geisz Chalifah dan Ade Armando
65

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan BEM UI yang mengunggah foto dan menulis Jokowi The King of Lip Service masih ramai menjadi pergunjingan di media sosial.

Akun tersebut juga menulis Presiden Jokowi kerap mengumbar janji, namun akhirnya tidak memenuhi janji tersebut.

Unggahan ini disukai hingga 10.000 orang dan di retweet hingga 4.000 orang lebih.

Sementara itu Dosen Komunikasi UI, Ade Armando, tidak sependapat dengan unggahan BEM Universitas Indonesia itu.

Ade Armando mengatakan kritik terhadap presiden memang harus diizinkan, tapi juga mengatakan bahwa tuduhan yang datang ke presiden menggambarkan seakan bahwa BEM UI tidak paham apa yang dikritik.

Lain lagi dengan Geisz Chalifah yang malah menertawai Ade Armando saat debat dengan mahasiswa di Kompas TV.

“Delpedro pada Ade Armando: Pion-Pionnya jago membual.  GUE NGAKAK,” kata Geisz Chalifah, Senin 28 Juni 2021.

“Barusan liat kompas tv si dosen pecundang dikuliti anak kecil. Kocak,” imbuhnya. 

Sementara sebelumnya ia juga mencuit: 

"Ini kocak asli bikin saya ngakak.  HMI binaan PKS dan ngaku sbg mantan anggota HMI. Gue ga bahas dgn argumet krn gue cuma mau ngakak doang dgn ke..... yg spt ini.  Sampai hari ini Sy masih menjadi salah satu ketua lembaga di PKMN KAHMI."

Pernyataan Ade Armando

Dosen Komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando menilai kritik yang dilayangkan Badan Eksekutif Mahasiswa UI terhadap Presiden Joko Widodo memiliki substansi dangkal. Lebih dari itu, Ade Armando menilai kritik BEM UI kepada Presiden Jokowi memalukan.

“Kalau dalam pandangan saya, kritik terhadap presiden itu harus diizinkan dalam bentuk apapun kan gambarnya juga tidak gambar menghina. Gambar “King Of Lip Service” itu juga masih gambar yang diizinkan jadi biasa-biasa saja,” kata Ade Armando, Minggu (27/6/2021).

“Yang menurut saya bermasalah adalah substansinya, kok dangkal sekali ya. Agak memalukan loh itu datang dari BEM UI,” tambah Ade Armando.

Ade Armando lebih lanjut mengatakan, kritik yang disampaikan BEM UI terhadap Presiden Jokowi justru memperlihatkan jika BEM UI tidak menguasai isu.

“Tuduhan-tuduhan yang disampaikan kok mahasiswa seperti nggak paham sih apa yang jadi isu, atau apa yang dia kritik. Misalkan apa, menyatakan bahwa presiden mohon dia mau dikritik yang soal UU ITE itu,” ujar Ade Armando.

“Lah kan justru Presiden Jokowi senang sekali UU ITE direvisi atau ditinjau kembali, mengingat isinya sering kali digunakan untuk mengkriminalisasi orang. Dia justru ingin agar orang terbuka mengritik melalui UU ITE, nah ini mahasiswa nggak nyampe mungkin ya pemikiran otaknya kesitu,” lanjut Ade Armando.

Ade Armando juga menyoroti soal kritisi BEM UI menyoal kepemimpinan Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ade menuturkan, dalam mekanisme yang berlaku Firli dipilih dan menjabat bukan karena Presiden Jokowi tetapi DPR.

Patut juga dipahami, sambung Ade Armando, dalam uji Wawasan Kebangsaan bagi pegawai KPK itu dilakukan oleh KPK bukan Presiden Jokowi.

“Uji kebangsaan itu kan KPK bukan Presiden. Orang ditangkap yang demonstran kan bukan begitu saja ditangkapi, tapi karena gerakan massa itu mulai pengrusakan dan melanggar aturan yang ditetapkan,” ujarnya.

“Polisi turun tangan, itu bukan atas perintah Jokowi juga kan, jadi saya katakan ini substansinya parah banget mereka tidak belajar mereka tidak tahu banyak sebenarnya yang sedang terjadi dalam politik Indonesia sehingga kritik mereka terasa dangkal,” tambah Ade Armando.

Ade menegaskan sebagai mahasiswa mengkritik kebijakan pemerintahan sah-sah saja. Tetapi, lanjut Ade Armando, hal tersebut harus dilakukan dengan pengetahuan yang cukup.

“Kritik ya boleh-boleh saja, tapi harus kelihatan pintar, ini BEM UI loh, jangan seperti cacat logika atau tidak punya pengetahuan yang cukup,” tutup Ade Armando dinukil Kompas TV.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto