Netral English Netral Mandarin
00:11wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Polisi Dalami Kasus Penimbunan Tabung dan Regulator Oksigen

Kamis, 29-Juli-2021 09:30

Polisi Dalami Kasus Penimbunan Tabung Oksigen
Foto : Istimewa
Polisi Dalami Kasus Penimbunan Tabung Oksigen
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengky Hariyadi mengatakan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat akan terus mendalami kasus penjualan tabung oksigen dan regulator di atas harga eceran tertinggi (HET).

"Karena hasil penyelidikan kami dari satu perusahaan ini saja itu lebih dari 2000 tabung yang masuk secara ilegal dan kemudian ini baru sebagian," kata Hengky.

Guna mendalami kasus tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat akan berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Jakarta Pusat dan  Kodim Jakarta Pusat.

"Kalau nanti ada barang sitaan lagi, kita akan berkoordinasi dengan Kajari kemudian ada penetapan pengadilan kita akan serahkan kepada Pemprov DKI Jakarya untuk diserahkan kepada masyarakat," ujar Henky.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat meringkus dua orang pelaku penjualan tabung oksigen dan regulator di atas harga eceran tertinggi (HET).

Keduanya ditangkap di daerah Mangga Dua, Harco Glodok, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut, modus operandi dua pelaku tersebut yakni dengan menjual tabung oksigen beragam ukuran serta regulator dengan harga dua kali lipat. Aksinya ini dimulai pada Juni 2021 lalu.

"Menjual tabung oksigen tersebut (ukuran 1 meter kubik, 1,5 meter kubik, 2 meter kubik) dan regulator dengan harga dua kali lipat dari harga yang seharusnya,” ujar Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto, Kamis (15/7/2021).

Setyo menambahkan, selama melakukan aksinya, kedua tersangka telah meraup untung ratusan juta rupiah. "Keuntungan yang diterima dari penjualan tabung oksigen sekitar Rp300 juta,” ungkap Setyo.

Atas aksinya tersebut, kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, Undang-Undang Nomor 36 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani