Netral English Netral Mandarin
04:39wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Wah, Polisi di Sini Sehari-hari Bergumul dengan Hantu Noni Belanda Penunggu Gedung

Kamis, 03-Juni-2021 19:40

Ilustrasi Markas Satlantas Polres Salatiga sebagai salah satu bangunan cagar budaya
Foto : Kemdikbud.go
Ilustrasi Markas Satlantas Polres Salatiga sebagai salah satu bangunan cagar budaya
6

SALATIGA, NETRALNEWS.COM - Sulit dijelaskan dengan cara pikir biasa bahwa gedung-gedung tua seringkali diuhuni oleh makhluk tak kasat mata. Tak jarang juga menyimpan kisah sejarah sekaligus misteri di dalamnya. 

Markas Satlantas Polres Salatiga adalah salah satunya. Bangunan cagar budaya peninggalan Belanda ini masih digunakan hingga kini. 

Namun, siapa yang menyangka  jika di gedung ini ternyata masih sering dikabarkan muncul penampakan perempuan berwajah noni Belanda?

Dirunut sejarahnya, bangunan ini dibangun sekitar tahun 1860-1870. Di bangunan ini memiliki saluran bawah tanah sehingga memberikan kesan tersendiri dan angker.

Memang, dari penampakan gedung saat ini terkesan baik dan indah. Namun, bagi Anda yang mau menyusurinya ke setiap sudut, kesan angker dan mistis tak bisa dihindari. 

“Ya memang menakutkan. Apalagi kalau malam hari. Biarpun banyak penerangan, namun kesan angker tak bisa dihindari. Apalagi, rekan-rekan saya pernah melihat langsung penampakan sosok noni Belanda yang diyakini sebagai penunggu gedung ini," tutur seorang pria berumur yang minta disebut dengan nama Hendra. 

Ia pernah menjadi anggota Satlantas dan berkantor di gedung tersebut selama tahun 2000-2005. Kini ia sudah pensiun dan memiliki warung kopi tak jauh dari gedung tersebut.

“Kalau saya sendiri, memang belum pernah melihat secara langsung. Tapi kalau suara-suara misterius di malam hari sudah terlalu sering. Kadang ada seperti suara perempuan minta tolong, cekikikan, tapi tak ada siapapun bila dipergoki,” lanjut Hendra. 

“Dari semua lokasi, yang paling menyeramkan ya memang di lorong bahwah tanah di gedung itu. Sekarang sih sudah ditutup lorongnya. Jalannya menurun, sekitar 3-4 meter di bawah lantai gedung,” imbuh Hendra. 

Menurut penuturan Hendra, orang yang pernah masuk lorong itu merasakan hawa yang pengap dan panas. Diyakini warga di Salatiga, di lorong inilah menjadi lokasi sosok noni Belanda tinggal. 

Hanya, siapa yang bisa membuktikan? 

“Pernah sih ada orang pintar mencoba berkomunikasi. Konon, kalau mau membersihkan lorong tersebut, penghunianya minta tumbal beberapa nyawa baru mau pergi dari lokasi itu. Jadi ya mana ada yang mau nuruti. Makanya ditutup hingga kini," imbuh Hendra. 

Terlepas dari semua kisah misteri yang dituturkan Hendra, Markas Satlantas Polres Salatiga di Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah kini sudah terlihat lebih rapi. 

Tampak dari luar  24 pilar besar yang terbuka, sedangkan pilar lainnya sudah tersambung dengan tembok. Sayap kanan bangunan kini sudah disulap menjadi tempat nongkrong yang kekinian. Dilengkapi dengan kafe. 

Di siang hari dan hari kerja, banyak warga yang mengurus pembuatan SIM berdatangan. Memang, bangunan utama digunakan sebagai kantor Satpas SIM. 

Pintu bangunan itu tingginya sekitar tiga meter. Beberapa ruangan digunakan untuk tempat foto SIM, ujian praktik dan tertulis. Pilar-pilar besar berada di bagian depan dan kanan kiri bangunan utama.

Nah, para petugas Satlantas pun sudah terbiasa dengan kisah misteri yang beredar luas di masyarakat. Bahkan di antara mereka mengaku sudah hafal.

“Oh, soal sosok hantu noni Belanda? Ya kami sudah sehari-hari bergumul dengan rutinitas bersama dia. Kami punya kesibukan sendiri, yang penting ndak ganggu,” kelakar seorang anggota Satlantas yang tak mau disebutkan namanya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto