Netral English Netral Mandarin
07:32 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Polisi Disebut Langgar HAM Soal Tewasnya 4 Laskar FPI, Ferdinand: Tuduhan Itu Lucu... 

Sabtu, 09-January-2021 16:10

Ferdinand Hutahaean
Foto : Go Politik
Ferdinand Hutahaean
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengomentari kesimpulan Komnas HAM bahwa tewasnya 4 dari 6 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) pada (7/12/2020) lalu sebagai pelanggaran HAM. 

Menurut Ferdinand, jika dirunut pada paparan sebelumnya dan bukti-bukti yang disampaikan oleh Komnas HAM, maka kesimpulan adanya pelanggaran HAM merupakan sebuah tuduhan yang lucu. 

Adapun Komnas HAM mengungkapkan bahwa sebelum tewasnya 6 Laskar FPI, terjadi aksi saling serempet dan tabrak mobil antara mobil polisi hingga terjadi baku tembak.Komnas HAM juga menyebut anggota FPI diduga menggunakan senjata api rakitan dalam peristiwa itu. 



"Tuduhan dugaan pelanggaran HAM terhadap 4 orang anggota FPI itu lucu bila dirunut pada paparan sebelumnya dan bukti-bukti yang disampaikan," tulis Ferdinand di akun Twitter-nya, Sabtu (8/1/2021). 

Ferdinand berpendapat bahwa tindakan aparat menghabisi 4 Laskar FPI itu lebih tepat sebut sebagai upaya bela diri. 

"Tidak mungkin Polisi memperlakukan ke 4 orang tersebut seperti pacar disayang- sayang bila ada upaya perlawanan kepada Polisi. Itu bukan pelanggaran HAM tapi upaya bela diri," cuit @FerdinandHaean3.

Sebelumnya, hasil investigasi Komnas HAM menunjukkan bahwa 6 Laskar FPI tewas dalam dua konteks peristiwa yang berbeda.

Komnas HAM menjelaskan, 2 Laskar FPI diduga tewas saat insiden sepanjang Jalan Internasional Karawang Barat sampai diduga mencapai KM 49 Tol Cikampek. 

"Subtansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antar mobil dan saling serang antara petugas dan laskar FPI bahkan dengan menggunakan senjata api," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam dalam jumpa pers di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2021).

Sementara peristiwa kedua, Komnas HAM mengungkapkan bahwa 4 Laskar FPI ditemukan tewas setelah anak buah Habib Rizieq Shihab itu berada dalam penguasaan aparat kepolisian. 

Dalam peristiwa kedua, Komnas HAM nyatakan bahwa tewasnya 4 orang Laskar FPI itu merupakan bentuk pelanggaran HAM. 

"Sedangkan, terkait peristiwa Km 50 ke atas terhadap 4 orang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara, yang kemudian juga ditemukan tewas, maka peristiwa tersebut merupakan bentuk dari Peristiwa Pelanggaran HAM," ujar Anam. 

"Penembakan sekaligus terhadap empat orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya unlawfull killing terhadap ke 4 anggota Laskar FPI," jelasnya. 

Untuk peristiwa kedua, Komnas HAM merekomendasikan peristiwa tewasnya empat laskar FPI itu dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana.

"Jadi ini tidak boleh dilakukan dengan internal, tapi harus dengan menggunakan penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana," pungkas Anam. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani