Netral English Netral Mandarin
19:46wib
Kasus Covid-19 di Indonesia kembali menunjukkan adanya tren peningkatan. Polisi tidak menilang pengendara mobil-mobil mewah yang sengaja berhenti di Tol KM 02.400 Andara (Jalan Tol Depok-Antasari), Minggu (23/1/2022).
Polisi Sebut Pelapor O Tidak Ada Kaitannya dengan Ketua DPRD

Jumat, 03-December-2021 21:40

Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Endra Zulpan
Foto : Istimewa
Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Endra Zulpan
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polda Metro Jaya menyatakan pelapor inisial O tak ada kaitannya dengan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi soal kasus penembakan yang terjadi di Tol Exit Bintaro. 

"Ah itu nggak ada kaitannya ya. Jadi izin luruskan. Tidak ada kaitannya sama sekali, antara Ipda OS dengan saudara pelapor O, begitu pula sebaliknya pelapor dengan Ketua DPRD DKI Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Jumat (3/12/2021). 

Zulpan mengatakan dalam pembicaraan mereka komunikasi juga tidak ada menyebut nama-nama itu. Selain itu, ia menegaskan pelapor O, Ipda OS tidak keterlibatan dengan penjabat publik. 

"Jadi tidak ada, Hanya hubungan personal melibatkan mereka berdua, tidak ada yang menyangkut orang lain hanya hubungan personal antara O dan OS. Jadi nggak ada keterlibatan pejabat-pejabat publik yang lain. perlu diluruskan ini," jelasnya. 

Menurut Zulpan, saat Ipda OS masih menjalani proses pemeriksaan secara intensif. Disamping itu, pemeriksaan terhadap OS dan juga pemeriksaan terhadap alat bukti yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

"Sekarang prosesnya belum selesai, artinya masih berproses. Karena kan disitu kan disamping pemeriksaan kepada yang bersangkutan, juga dilakukan pemeriksaan terhadap alat bukti ataupun barang bukti yang ditemukan di tkp," ucapnya. 

Kendati begitu, Zulpan mengaku penyidik tengah mencocokan kendaraan yang tertabrak dengan senjata yang digunakan. Tentunya kan ada uji balistik, betul tidak dia mengaku.

"Misalnya dia nembak berapa kali ke udara, nembak mobilnya yang kena dua orang, sama enggk sama selongsong yang ditemukan, proyektilnya bagaimana, apakah dia mengaku tiga tapi tembakannya 6 nah gitu maksudnya," tuturnya. 

Dikatakan Zulpan, proses penyelidikan memerlukan waktu dan melibatkab puslabfor Mabes Polri. Hingga saat ini pemeriksaan masih berjalan, ia berjanji setelah selesai pemeriksaan akan segera diumumkan. 

"Itulah yang memerlukan waktu ya, itu kan melibatkan labfor, jadi propam belum selesai meriksanya kalau udah selesai periksanya baru nanti propam menentukan juga dari tingkatan pelanggaran disiplin, SOP penggunaan senjata api apakah yang dia lakukan sudah benar? Gitu," sambungnya. 

Zulpan menambahkan hingga sekarang status Ipda OS belum ditingkatkan sebagai tersangka. Karena penyidiki belum selesai penyelidikan terhadap yang bersangkutan. 

"Statusnya belum ditingkatkan jadi tersangka. masih sebagai terperiksa. penyidikan juga oleh penyidik dari krimum belum tuntas. nanti kita update lah," tuturnya. 

Kendati begitu, Zulpan menuturkan Ipda OS sudah di nonaktifkan dari kesatuannya sebagai Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya. Hal ini dalam rangka pemeriksaan intensif. 

"Dilakukan pemeriksaan artinya dia tidak melakukan tugas seperti biasa. Diperiksa kan tapi tidak ditahan, itu kan kalau ditahan ada statusnya, setelah statusnya sebagai tersangka," Bebernya. 

"Sekarang secara maraton masih terus diperiksa. tentunya melelahkan juga bagi yang bersangkutan. Tapi kan kami ingin transparan kaaus ini. seobjektif mungkin," pungkasnya. 

Seperti diketahui, aksi penembakan terjadi di Exit Tol Bintaro pada Jumat, 26 November 2021 malam. Ada dua korban yang tertembak pada bagian perut.

Satu dari dua korban ini akhirnya dinyatakan tewas. Sedangkan pelaku penembak misterius ini pun berhasil dibongkar oleh Polda Metro Jaya.

Akibat peristiwa penembakan itu, satu korbannya meninggal dunia akibat luka tembak yang dialaminya, sedangkan satu orang lagi masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi