Netral English Netral Mandarin
02:34 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Polisi Tangkap Ustaz Maaher, Nikita Mirzani: Tunggu Giliran Gue, Biar Busuk Loe di Penjara

Kamis, 03-December-2020 14:30

Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata dan Nikita Mirzani
Foto : Istimewa
Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata dan Nikita Mirzani
16

 

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar penangkapan Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata oleh Bareskrim Polri membuat artis kontroversial Nikita Mirzani tertawa.

Reaksi Nikita itu disampaikan di akun Instagramnya. Ia mengunggah tangkapan layar artikel dari media online yang memberitakan soal penangkapan Ustaz Maaher.



“Maher alias Soni akhirnya elo enggak bisa ngebacot lagi, ditoktok yah, kwkwkwkwkw,” tulis @nikitamirzanimawardi_17, Kamis (3/12/2020).

Nikita mengucapkan selamat kepada pihak kepolisian yang telah meringkus Ustaz Maaher atas kasus ujaran kebencian dan bernuansa SARA di media sosial.

Ibu tiga anak itu juga mengaku bakal melaporkan Ustaz Maaher yang sempat berseteru dengannya di media sosial beberapa waktu lalu terkait dengan Habib Rizieq Shihab (HRS).

“Itu baru orang lain yang ngelaporin elo langsung ditangkap. Gue diam bukan berarti gue tolol. Belum gue tuh laporin elo. Tunggu giliran gue yang laporin elo biar busuk loe di penjara," kata Niki.

"By the way Pak Polisi kalau kurang pasalnya nanti saya tambahin. Bravo Polisi Indonesia. Takbir,” pungkas @nikitamirzanimawardi_17.

Sebelumnya diberitakan, Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata ditangkap polisi di kediamannya di Bogor, Jawa Barat pada Kamis (3/12/2020) pagi, atas kasus ujaran bernuansa SARA di media sosial, khususnya melalui akun Twitter-nya, @ustadzmaaher_.

Dalam surat penangkapan bernomor SP.Kap/184/XII/2020/Dittipidsiber, Maaher At-Thuailibisudah disebut sebagai tersangka.

Penangkapan Maaher merupakan tindak lanjut dari laporan seseorang bernama Waluyo Wasis Nugroho pada 27 November lalu. 

Dia ditangkap atas kasus dugaan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) melalui media sosial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45a ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati