Netral English Netral Mandarin
23:16wib
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto menduga bahwa varian Omicron sudah masuk Indonesia. Sebanyak 10.000 buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat, yakni Istana Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Polisi Viral 'Raimas Backbone' Geledah Telepon Genggam, YLBHI: Pelanggaran Hukum

Senin, 18-Oktober-2021 20:20

Ilustrasi Polisi
Foto : Twitter_TMC
Ilustrasi Polisi
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur sikap polisi menggeledah handphone merupakan sebuah pelanggaran hukum.

“Pertama, ini tindakan yang melanggar hukum ya. Ini jelas-jelas  bertentangan dengan Undang-undang Pidana di mana penyitaan dan penggeledahan itu harus dasar tertangkap tangan atau karena melakukan tindak pidana dan itu pun harus izin pengadilan,” kata Isnur saat dihubungi, Jakarta, Senin (18/10/2021).

Isnur menambahkan kalau pun kemudian dia kena situasi darurat itu pun ditindaklanjuti dengan melapor kepada ketua pengadilan. "Adakah perintah penggeledahan dari kepolisian kepada orang-orang ini, jelas saya tidak melihat itu ada, jelas ini melanggar hukum pidana” jelas dia.

Padahal, kata Isnur Peraturan Polri Nomor 8 tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

“Jelas ada larangan menggeledah dan menyita karena tidak sesuai dengan melanggar hak privasi. Jadi ini juga yang kedua melanggar peraturan internal kepolisian,” ujarnya. 

Kemudian perilaku polisi tersebut juga melanggar Undang -Undang (UU) nomor 11 tahun 2008 tentang  Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

“Jelas juga melanggar UU ITE.  Di UU ITE itu ada beberapa ketentuan privasi yang jelas ini adalah melanggar ketentuan UU ITE privasi,” katanya. 

Sebelumnya, polisi terus menjadi sorotan kali ini lewat aksi pemeriksaan handphone. Video viral Polisi Wilayah Jakarta Timur sedang berdebat dengan seorang warga. Di media sosial youtube Tim Raimas Backbone.

Diketahui, polisi yang akrab dikenal Mp Ambarita itu sedang terlihat marah berbicara dengan nada tinggi.

Di lini massa twitter videonya hingga 6.619 kali. Dan dikomentari hingga 1.619 dan mendapat 16000 lambang hati serta 1 juta tayangan. Seperti dilansir Jakarta, Senin (18/10/2021).

Isi video diaman tiktok itu, mempertanyakan privasi publik dibuka dengan paksa. Saat itu, Mp Ambarita memaksa serta menyita ponsel salah satu anak muda yang dirazia. Si anak muda lantas mempertanyakan tindakan polisi itu.

Judul videonya diberi caption,"Privasi lo dibuka!

Reporter : PD Djuarno
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi