Netral English Netral Mandarin
07:23wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Politisi Demokrat: Demokrasi Memberi Kemungkinan Rakyat Dipimpin oleh Orang Bodoh, Preman, Koruptor, Pemabuk dan Penjahat

Sabtu, 16-January-2021 10:00

Waketum Demokrat Benny K Harman.
Foto : Istimewa
Waketum Demokrat Benny K Harman.
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat Benny Kabur Harman mengatakan kalau dirinya khawatir situasi politik belakangan ini.

Sebab, dikutip dari seorang filsuf kuno asal Yunani Socrates terkait sistem politik pada zamannya yang ditentang keras. Alasannya, demokrat memberi kemungkinnan rakyat dipimpim oleh orang bodoh, preman, koruptor, pemabuk dan penjahat.

Hal itu diungkapkan Benny lewat akun resmi twitternya @BennyHarmanid seperti dilansir Sabtu (16/1/2021).

"Apa yang dikhawatirkan Socrates dari demokrasi sekarang ini mulai terasa. Socrates menentang keras demokrasi sebagai sistem politik di zaman Yunani kuno. Alasannya, demokrasi memberi kemungkinan rakyat dipimpin oleh orang bodoh, preman, koruptor, pemabuk, dan penjahat. Liberte!," tulisnya.

Pada cuitan lainnya, Benny menuliskan kalau kezaliman muncul karena orang baik hanya berdiam diri.

"Ingat nasehat Ali bin Abi Thalib? Dia bilang, kezaliman ini akan terus ada, bukan karena orang jahat makin banyak, tetapi karena orang2 baik pada diam. Maksudnya, kaum intelektual jangan terus baca buku dan berkhotbah, do something jika ada yg tidak beres di negeri ini. Liberte!," tulisnya lagi.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani