Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:13wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Politisi PDIP: Pemerintah Perlu Kritik Sehat, Bukan Ujaran Kebencian

Minggu, 14-Februari-2021 07:53

Anggota Komisi IV DPR RI Effendi Sianipar
Foto :
Anggota Komisi IV DPR RI Effendi Sianipar
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi IV DPR RI Effendi Sianipar mendukung penyampaian kritik secara sehat dari masyarakat kepada pemerintah dalam rangka kontrol atau checks and balancing.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai pemerintah saat ini memerlukan kritik-kritik sehat dari semua pihak di tengah pemerintahan, tapi bukan ujaran kebencian.

"PDI Perjuangan sebagai partai pengusung (pemerintah) sangat mendukung sikap-sikap kritis yang sehat dari masyarakat kepada pemerintah dalam rangka balancing atau kontrol," kata Effendi dalam pernyataannya dikutip di Jakarta, Sabtu (13/2/2021). 

Sebaliknya, ia menyatakan dengan tegas menolak perbuatan melanggar hukum seperti fitnah, hoaks, ujaran kebencian, dan perbuatan makar.

Anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Riau itu juga mendukung apabila perbuatan tersebut diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat ikut aktif memberikan masukan dan kritik kepada kinerja pemerintah. Tujuannya agar pemerintah dapat terus memperbaiki kinerja.

"Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik masukan ataupun potensi maladministrasi dan para penyelenggara pelayanan publik juga harus terus meningkatkan upaya perbaikan-perbaikan," kata Jokowi dalam kegiatan penyampaian laporan Ombudsman RI Tahun 2020 yang ditayangkan di Sekretariat Presiden, Senin (8/2/2021).

Pernyataan itu belakangan menjadi perhatian banyak pihak.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli