Netral English Netral Mandarin
05:01wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Politisi PKB Sentil 'Tukang HAM': Kalau Israel Diem Aja, Papua Teriak, Kalian Memang HAMBAR

Rabu, 12-Mei-2021 13:20

Ilustrasi konflik Israel-Palestina
Foto : Istimewa
Ilustrasi konflik Israel-Palestina
3

JAKARTA, NETRALNEWS. COM - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Hakim menyindir para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Dia pun menyebut sebagai Aktivisi Hambar.

Sebab, para aktivis tersebut tak bersikap pada tindakan kekerasan pada tentara Israel di masjid Al-Aqsa Palestina. Namun, jika TNI atau Polri menumpas kelompok teroris di Papua malah diributkan.

"Kalau Israel yg lakukan pembantaian, kok tidak ada protes dari “tukang HAM” itu? Kalau TNI/Polri tumpas Kelompok Teroris di Papua, kalian ribut HAM! Kalau Densus 88 Antiteror basmi teroris, kalian ribut HAM! Muslim Uighur dibantai China, kalian diem! Kalian memang HAM-BAR!," tulisnya seperti dilansir akun resmi twitternya, Jakarta (12/5/2021).

Seperti diketahui, Permusuhan antara Israel dan Hamas meningkat dalam semalam, dengan 35 warga Palestina tewas di Gaza dan tiga di Israel dalam aksi saling balas serangan udara paling intensif selama bertahun-tahun. 

Israel melakukan ratusan serangan udara di Gaza hingga dini hari Rabu, ketika kelompok Islamis dan kelompok militan Palestina lainnya menembakkan beberapa serangan roket ke Tel Aviv dan Bersyeba. 

Satu bangunan tempat tinggal bertingkat di Gaza runtuh dan satu lagi rusak berat setelah berulang kali terkena serangan udara Israel. 

Israel mengatakan pihaknya menyerang sasaran Hamas, termasuk pusat intelijen dan situs peluncuran roket.Itu adalah serangan terbesar antara Israel dan Hamas sejak perang 2014 di Gaza, dan memicu kekhawatiran internasional bahwa situasinya bisa lepas kendali.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati