Netral English Netral Mandarin
17:39wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Polri Bekerja Cepat Identifikasi Korban Kebakaran di Lapas Tangerang

Rabu, 08-September-2021 19:00

Polri identifikasi korban kebakaran di Lapas Tangerang
Foto : Antara
Polri identifikasi korban kebakaran di Lapas Tangerang
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepolisian Negara Republik Indonesia berupaya bekerja cepat mengidentifikasi 41 jasad korban kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten, guna memberikan kepastian kepada keluarga korban.

"Polri akan bekerja untuk menuntaskan kejadian ini dan tentunya ingin cepat berikan kepastian kepada keluarga korban," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Rusdi mengatakan bahwa saat ini RS Polri Kramat Jati telah menerima sebanyak 41 jenazah yang merupakan korban kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang.

Baca Juga :

Langkah selanjutnya, Rusdi menuturkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri akan mengidentifikasi terhadap seluruh jenazah korban kebakaran di Lapas Tangerang tersebut.

"Tentunya Tim DVI bekerja didasarkan keilmuannya, berdasarkan pengalamannya sehingga apa yang dihasilkan tim DVI dapat dipertanggungjawabkan," ujar Rusdi.

Rusdi menambahkan RS Polri Kramat Jati juga membuka Posko Antemortem untuk mengumpulkan data korban kebakaran sebelum meninggal dunia.

Diharapkan dengan terkumpulnya data dari para korban itu memudahkan Tim DVI untuk mengidentifikasi 41 jenazah tersebut.

Baca Juga :

Pada kesempatan itu, Rusdi juga menyampaikan, Polri turut belasungkawa terkait musibah kebakaran yang menewaskan 41 narapidana Lapas Kelas I Tangerang itu.

"Kami dari Polri turut berduka yang mendalam kepada keluarga khususnya yang hari ini kita ketahui bersama terjadinya kebakaran yang telah mengakibatkan baik korban luka maupun meninggal dunia," tutur Rusdi.

Reporter : Antara
Editor : Wahyu Praditya P