Netral English Netral Mandarin
03:07wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Hoaks! Postingan di Facebook soal Vaksin COVID-19 Berisiko Tinggi untuk Wanita yang Sedang Menstruasi

Minggu, 16-Mei-2021 01:00

Ilustrasi kabar palsu alias hoaks.
Foto : freepik.com
Ilustrasi kabar palsu alias hoaks.
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebuah akun Facebook yang berasal dari India membagikan postingan soal imbauan untuk tidak menerima vaksinasi bagi perempuan sebelum dan setelah 5 hari menstruasi karena risikonya dapat menurunkan imunitas.

Namun ternyata, klaim tersebut salah. Unggahan serupa telah banyak beredar di media sosial baik dalam bentuk narasi ataupun poster.

Menanggapi hal tersebut, WHO melalui AFP Fact Check mengatakan bahwa klaim tersebut tidak benar. Tidak ada dasar ilmiah terkait klaim tersebut.

Departemen informasi publik India juga melalui akun @PIBFactcheck pernah menolak klaim tersebut di Twitter pada 24 April 2021, berikut klarifikasi lengkap Departemen Informasi Publik India:

“Fake post circulating on social media claims that women should no take #COVID19Vaccine 5 days before and after mestrual cycle.

Don’t fall for romours!

All people above 18 should get vaccinated after May 1 Registration starts on April 28 on cowin.gov.in”

Selain itu, salah satu Dokter di India, Dr. Munjaal Kapadia, Konsultan Kebidanan dan Ginekolog di Rumah Sakit Khusus Namaha Mumbai, membuat sebuah klarifikasi di Twitter pribadinya. Ia mengatakan, telah beredar rumor konyol yang membuat semua orang takut untuk divaksin

“Banyak pasien yang mengirimi saya pesan untuk menanyakan apakah aman/efektif mengambil vaksin saat menstruasi. Beberapa rumor WhatsApp konyol telah membuat takut semua orang. Menstruasi Anda tidak berpengaruh pada kemanjuran vaksin,” demikian bunyi cuitan Dr Munjaal.

Seperti dikutip dari laman covid19.go.id, Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, juga menyatakan bahwa wanita yang sedang menstruasi boleh dan aman untuk divaksinasi, dan apabila ada gejala lain seperti nyeri haid yang tidak tertahankan, maka vaksinasi bisa ditunda 1-3 hari sesuai dengan gejala yang dialami.

Dengan demikian klaim vaksin Covid-19 beresiko tinggi bagi perempuan yang sedang menstruasi merupakan hoaks dengan kategori Konten yang Menyesatkan. 

Reporter :
Editor : Irawan HP