Netral English Netral Mandarin
04:15wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
PPKM Terus Diperpanjang, Ratusan Pengusaha Jasa Pariwisata di Kepulauan Seribu Kolaps

Selasa, 17-Agustus-2021 12:30

Wisata Kepulauan Seribu
Foto : Istimewa
Wisata Kepulauan Seribu
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ratusan pengusaha layanan jasa pariwisata di Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, kolaps akibat penutupan sektor wisata di wilayah itu.

"Sudah mulai bertumbangan sejak 18 Juli 2021 lalu, dan sekarang pengusaha layanan jasa pariwisata di Kepulauan Seribu yang jumlahnya sekitar 200, sudah kolaps semua," kata Ketua Asosiasi Wisata Kepulauan Seribu, Micky, Senin (16/8/2021).

Ia menyebut, pengusaha yang kolaps di antaranya pengusaha di bidang jasa penginapan (home stay), pengelola olah raga snorkling dan diving, serta wisata bahari.

Kolapsnya para pengusaha tersebut merupakan efek domino dari pembatasan mobilitas oleh pemerintah guna mengendalikan pandemi Covid-19 yang dituangkan dalam kebijakan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021, dan dilanjutkan dengan PPKM Level 4 sejak 21 Juli hingga sekarang.

PPKM Darurat dan Level 4 membuat warga yang akan ke luar maupun yang akan masuk ke Kepulauan Seribu harus memiliki sertifikat vaksin dan mengisi formulir e-hac.

Sementara penutupan sektor pariwisata membuat tak ada satu pun wisatawan yang masuk ke Kepulauan Seribu, baik melalui Pelabuhan Kaliadem, Dermaga Marina, Pelabuhan Tanjung Pasir, maupun Pelabuhan Rawa Saban (Pelabuhan Cituis).

"Industri pariwisata tanpa wisatawan tentu merupakan masalah besar. Itulah yang sekarang terjadi di Kepulauan Seribu," katanya.

Diakui, akibat kolapsnya para pengusaha jasa pariwisata itu, ribuan karyawan terpaksa dirumahkan dengan tanpa gaji.

"Karyawan saya lebih dari 20 orang, mereka juga saya rumahkan," katanya.

Akibat ditutupnya pariwisata Kepulauan Seribu, perputaran uang yang mencapai sedikitnya Rp1,5 miliar per minggu, lenyap. Angka itu didapat dengan memperhitungkan jumlah rata-data wisatawan yang datang ke Kepulauan Seribu per minggu, yang mencapai 5.000 orang, dan paket wisata dari travel agent yang besarnya minimal Rp350.000/orang.

Micky mengaku, pihaknya telah pernah mendiskusikan hal ini dengan Suku Dinas (Sudin) Pariwisata Kepulauan Seribu, namun tak ada hasilnya.

"Pihak Sudin mengatakan, PPKM adalah kebijakan pemerintah pusat, Jakarta hanya mengimplementasikannya," ujarnya.

Micky pun berharap pemerintah pusat memperhatikan nasib para pengusaha penyedia jasa wisata di Kepulauan Seribu. Apalagi karena pada Jumat (13/8/2021) lalu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno datang ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, untuk memantau pelaksanaan vaksinasi, dan melihat sendiri bagaimana kondisi pariwisata di Kepulauan Seribu sejak ditutup pada 3 Juli 2021, atau pada awal penerapan PPKM Darurat

"Kami berharap dari apa yang sudah dilihatnya itu, Pak Sandi bicara kepada Presiden Jokowi untuk mencari solusi. Ya, minimal pariwisata di Kepulauan Seribu bisa dibuka kembali meski dengan pembatasan-pembatasan agar tak ada wisatawan yang berkerumum. Misalnya dengan membatasi jumlah pengunjung hanya 50?ri kapasitas," pungkasnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP