Netral English Netral Mandarin
14:05 wib
Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak perempat final Toyota Thailand Open 2021 yang akan berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (22/1). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.
Menyingkap Saksi Bisu Desa Tertua di Nusantara

Jumat, 18-December-2020 13:40

Prasasti Upit, Saksi Bisu Desa Tertua di Nusantara
Foto : Istimewa
Prasasti Upit, Saksi Bisu Desa Tertua di Nusantara
10

KLATEN, NETRALNEWS.COM - Jumlah desa yang tersebar di Nusantara tak kurang dari 74.910. Dari keseluruhan, tentu ada yang berusia puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun.

Dari sekian desa yang berusia lebih dari seribu tahun, ternyata ditemukan fakta-fakta yang paling tua adalah berada di desa Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Letak Desa Kahuman saat ini berada di Jalan Klaten Boyolali Km 4, yang merupakan bagian dari jalan provinsi.

Saat ini, masyarakat yang tinggal di daerah tersebut hidup seperti masyarakat pada umumnya di Jawa. Mereka bekerja mulai dari menjadi petani, buruh, hingga PNS.

Mengenai jumlah penduduk, di desa dengan luas 132,598 Ha terdapat sekitar 2.000 jiwa yang tersebar di 5 RW juga 11 RT.

Desa Perdikan

Menurut catatan sejumlah ahli arkeologi, desa Kahuman diduga merupakan salah satu peninggalan era Mataram Kuno yang berdiri sekitar abad ke-8.

Hanya saja, Desa Kahuman masuk dalam pusat kerajaan namun merupakan Desa Perdikan yakni suatu wilayah yang karena prestasi tertentu memperoleh penghargaan bebas dari pungutan pajak.

Salah satu sumber penting dari fakta tersebut tercermin dalam Prasasti Yupit (Upit) yang menyebutkan bahwa Desa Kahuman termasuk dalam desa tertua di Kabupaten Klaten, yang berdiri pada abad ke-9 Masehi.

Prasasti Upit berbentuk tugu yang ditemukan oleh seorang petani bernama Motrowiratmo di Dukuh Sorowaden Kahuman. Mitrowiratmo sendiri kemudian menjabat sebagai Kepala Desa Kahuman.

Bentuk prasasti ini silinder seperti tugu dengan tinggi keseluruhan mencapai 85 cm.

Bagian bawah yang menjadi undakan prasasti ini memiliki tinggi 48 cm dan bagian atas yang merupakan bagian prasasti utamanya memiliki tinggi 37 cm.

Di setiap sisi prasasti terdapat ornamen-ornamen aksara kawi kuno yang masih terlihat jelas dan masih bisa terbaca dengan jelas.

Dari prasasti berbahasa kawi kuno itu dituliskan bahwa prasasti itu dibuat pada tahun Saka 788 atau tepatnya pada 11 November 866 Masehi.

Setelah diteliti, diketahui bahwa Prasasti Upit merupakan prasasti milik Rakai Kayuwangi.

Dengan bukti sejarah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Desa Kahuman ternyata sudah berusia kurang lebih 1.154 tahun.

Dari sini diduga bahwa Desa Upit merupakan desa tertua di Indonesia karena saksi dan bukti sejarahnya yang masih jelas.

Kini, prasasti Upit yang asli disimpan di Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

Baca Juga :


Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto