Netral English Netral Mandarin
16:11wib
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengingatkan pemerintah agar tak mengangkat anggota TNI atau polisi aktif sebagai penjabat gubernur. Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyatakan sebanyak 58,1 persen masyarakat puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo.
Duh! Preman Bunuh Elite TNI dan Brimob di Blok M, Jakarta Sudah Jadi Sarang Teroris dan Preman Sadis?

Senin, 19-April-2021 10:49

Preman Blok M aniaya prajurit TNI.
Foto : Viva.co
Preman Blok M aniaya prajurit TNI.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Berita mengejutkan kembali datang dari Jakarta. Dikabarkan terjadi aksi pembunuhan terhadap elite TNI dan anggota Brimob di Blok M.

Akun Ary Prasetyo @Aryprasetyo85 ikut mengomentari berita tersebut yang kemudian ditanggapi oleh mantan politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean.

“Jakarta selain jadi sarang TERORIS apa juga jadi sarang preman2 Sadis? Sadis, Preman Hajar Pasukan Elite TNI dan Bunuh Brimob di Blok M,” kata Ary Prasetyo.

“Jakarta semakin tak aman?” tanya Ferdinand, Senin 19 April 2021.

Sebelumnya dilansir Viva.co, keamanan Jakarta terganggu oleh aksi brutal preman Blok M. Mereka mengamuk dengan sadis menganiaya prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan membunuh anggota Brimob Polri.

Peristiwa sadis itu terjadi pada Minggu pagi 18 April 2021 di depan sebuah cafe di Jalan Falatehan, kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Sekitar tujuh orang preman menganiaya prajurit TNI dari pasukan elite dan anggota Brimob Klapa Dua, Depok. Kedua korban dianiaya secara brutal, tak cuma dengan tangan kosong tapi juga menggunakan senjata tajam.

Anggota Brimob bernama Bharatu Yohanes tewas dengan sejumlah luka tusuk, mayatnya ditemukan tergeletak kehabisan darah di tepi jalan. Sedang prajurit TNI terluka dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Sampai saat ini, belum diketahui pasti kronologi tindak kekerasan para preman itu. Sejauh ini sejumlah saksi telah diperiksa kepolisian.

Sementara itu, sebuah video amatir diduga hasil rekaman kamera keamanan alias CCTV di lokasi telah diamankan. Dalam rekaman video itu terlihat jelas detik-detik para preman dengan buas menganiaya korban dan meninggalkan dalam kondisi terkapar di trotoar.

DPO Teroris Jakarta

Sementara secara terpisah diberitakan juga, salah satu terduga teroris yang diburu Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Saiful Basri, menyerahkan diri. Saiful Basri menyerahkan diri ke Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pagi tadi.

"Benar," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono seperti dilansir detik.com, Kamis (15/4/2021).

Berdasarkan informasi yang diterima detikcom, Saiful Basri diamankan di Polsek Pasar Minggu. Selanjutnya, Saiful Basri akan diserahkan kepada Densus 88 Antiteror untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan Saiful Basri menyerahkan diri pada pukul 06.00 WIB tadi.

"Dia menyerahkan diri. Baru habis itu ditangkap," tutur Ramadhan.

Sebelumnya, Polri kembali menyebarkan informasi terkait terduga teroris yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror. Kedua DPO teroris itu adalah Saiful Basri (41) dan Sanny Nugraha (36).

Informasi DPO teroris atas nama Sanny Nugraha dan Saiful Basri ini dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono.

"Benar," ucap Argo, Selasa (13/4).

Adapun keterlibatan Sanny Nugraha dan Saiful Basri di antaranya merencanakan pembuatan bom untuk melakukan serangan kepada polisi. Keduanya juga disebutkan mengetahui pembuatan bom serta mengikuti pelatihan percobaan pembuatan bom di Ciampea, Kabupaten Bogor.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto