Netral English Netral Mandarin
01:54wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Presiden Afganistan Kabur Usai Taliban Serbu Kabul, Mustofa: Andai Dekat Cina, Kemungkinan Lari ke Sana

Senin, 16-Agustus-2021 09:47

Mustofa Nahrawardaya
Foto : Suara Muslim
Mustofa Nahrawardaya
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Mustofa Nahrawardaya menyebut andai Afganistan dekat dengan negara China, kemungkinan Presiden Afganistan akan kabur ke China saat digempur Taliban.

“Andai afganistan dekat dengan China, kemungkinan dia lari ke sana,” kata Mustofa, Senin 16 Agustus 2021.

Cuitan itu disampaikan menanggapi keputusan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, pergi meninggalkan Kabul pada Minggu (15/8). Keputusan itu diambil tidak lama setelah pasukan Taliban masuk ke Kabul dari segala penjuru.

"Presiden Ashraf Ghani telah meninggalkan Ibu Kota Kabul menuju Tajikistan," kata seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan dikutip dari Reuters.

Tajikistan adalah negara republik yang jaraknya sekitar 515 km dari Kabul.  Negara sempalan Uni Soviet ini berbatasan dengan Afghanistan di bagian selatan.

Sementara itu,  Kantor Kepresidenan Afghanistan tidak bersedia memberikan banyak keterangan terkait kepergian Ghani ke Tajikistan. Hal ini demi keselamatan Ghani.

"(Kami) tidak bisa mengatakan apa-apa tentang gerakan Ashraf Ghani karena alasan keamanan," kata Kantor Kepresidenan Afghanistan.

Sedangkan perwakilan Taliban yang sudah berada di Kabul mengatakan, mereka akan memeriksa keberadaan Ghani. Namun belum ada keterangan lebih lanjut.

Sebelumnya, pasukan Taliban sudah memasuki wilayah Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dari segala penjuru pada Minggu pagi. Taliban tidak akan merebut Kabul secara paksa. 

Pasukan Taliban diminta berjaga di gerbang kabul dan tidak memasuki kota adanya transisi dari Pemerintah Afghanistan. Taliban menegaskan, Pemerintah Afghanistan bertanggung jawab penuh atas keamanan di Kabul.

Sementara perwakilan Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris, telah memutuskan membawa pulang seluruh staf dan diplomat kedutaan menyusul semakin mencekamnya Afghanistan. Upaya evakuasi warga Barat bahkan dibantu militer negara asal.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli