Netral English Netral Mandarin
14:52wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
Presiden AS Ungkap Jakarta Bakal Tenggelam, Netizen Sebut Jokowi Sudah Antisipasi

Sabtu, 31-Juli-2021 07:08

Presiden Joko Widodo dan Presiden Joe Biden
Foto : Setpres
Presiden Joko Widodo dan Presiden Joe Biden
27

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Joe Biden, Presiden Amerika Serikat (AS) mengungkap bahwa DKI Jakarta, ibu kota Indonesia terancam tenggelam akibat perubahan iklim.

Hal ini langsung menjadi sorotan warganet di Indonesia. Di akun FB Mak Lambe Turah, Jumat 30 Juli 2021, sejumlah netizen menyatakan bahwa hal itu sudah diantisipasi Presiden Indonesia.

MLT: “Joe Biden, Presiden Amerika Serikat (AS), secara mendadak menyebut-nyebut Indonesia dalam salah satu pidatonya. Ya, hal tersebut ia lakukan dalam sebuah pidato sambutan di kantor Direktur Intelijen Nasional AS pada Selasa lalu, 27 Juli 2021. Jakarta terancam,”

George Sunaryo: “Jokowi sdh memikirkan itu,makanya ibukota mau di pindah kan.”

Ve: “Saya nungguin komentar wan abud mak.”

Bagoes: “Joe Biden Kalah Cepat dng Pak De... Sejak Thn 2020, Pak De Sdh Memutuskan Memindahkan Ibu Kota RI dari JKT ke Kaltim....”

Untuk diketahui, Joe Biden secara mendadak menyebut-nyebut Indonesia dalam salah satu pidatonya.

Ya, hal tersebut ia lakukan dalam sebuah pidato sambutan di kantor Direktur Intelijen Nasional AS pada Selasa lalu, 27 Juli 2021.

Biden mengutarakan soal adanya ancaman bagi Indonesia, khususnya ibu kota Jakarta yang menurutnya, terancam tenggelam dalam 10 tahun ke depan.

Pernyataan itu ia keluarkan ketika berbicara soal perubahan iklim. Menurut Biden, perubahan iklim adalah ancaman terbesar AS merujuk Kementerian Pertahanan.

“Departemen Pertahanan mengatakan apa ancaman terbesar yang dihadapi Amerika? Perubahan iklim,” tegasnya dalam pidato itu sebagaimana dipublikasikan oleh whitehouse.gov, dikutip dari CNBC Indonesia pada umat, 30 Juli 2021.

Perubahan iklim menyebabkan naiknya permukaan laut. Ribuan orang bisa kehilangan tempat tinggal, mata pencarian dan kehidupan.

“Jika pada kenyataannya permukaan laut naik dua setengah kaki lagi, Anda akan memiliki jutaan orang yang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur,” lanjut Biden.

“Apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa dalam 10 tahun ke depan mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?”

Oleh karena itu, Biden lantas meminta warga AS bergabung bersama warga dunia untuk mencegah ini.

Menurut Presiden Amerika tersebut, karena itu pulalah AS kini nahkan bisa bekerja sama dengan Rusia dan China.

Sebagai informasi, ancaman penurunan tanah dan naiknya air laut yang mengakibatkan banjir rob di Indonesia sebenarnya dipaparkan lembaga penelitian Deltares yang berbasis di Belanda.

Dengan melakukan model elevasi global menggunakan data Light Detection and Ranging (LiDAR), mereka menunjukkan data yang signifikan.

“Di Indonesia, luas wilayah dengan ketinggian di bawah dua meter di atas permukaan laut yang terdeteksi oleh LiDAR nyatanya 14 kali lipat lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya,” ujar lembaga itu dikutip dari Channel News Asia (CNA).

Dalam laporan berjudul ‘The Economics of Climate Change’yang dirilis April lalu, perusahaan reasuransi global Swiss Re Institute (SRI) memperkirakan bahwa ekonomi dunia berisiko kehilangan 18% kue ekonominya. Ini akibat dampak perubahan iklim pada 2050 nanti.

Dalam laporan tersebut, SRI melakukan uji tekanan (stress test) terhadap ekonomi dunia jika perubahan iklim berjalan tak terbendung.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa isu perubahan iklim bakal memukul 48 negara yang mewakili 90% ekonomi dunia. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati