Netral English Netral Mandarin
00:12 wib
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggugat pemerintah Indonesia membayar ganti rugi sebesar Rp56 miliar terkait penggusuran dalam proyek pembangunan Tol Depok-Antasari di Jakarta Selatan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) jadi Kapolri pada Rabu (27/1).
Presiden Diminta Ucapkan Belasungkawa ke FPI, FH: Gile Lu Ndro! Teroris Mati Masa Pemerintah Belasungkawa

Rabu, 09-December-2020 12:30

Ferdinand Hutahaean
Foto : istimewa
Ferdinand Hutahaean
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Ferdinand Hutahaean menentang permintaan beberapa pihak yang ingin agar Presiden Joko Widodo mengucapkan belasungkawa atas tewasnya enam anggota laskar Front Pembela Islam yang ditembak polisi beberapa hari lalu. 

“Terorist mati masa iya pemerintah ucapkan belasungkawa?
Nurdin M Top, Amrozi, Imam Samudra, Ali Gufron, masa penerintah ucapkan belasungkawa? Gile lu ndro..!!” tulis Ferdinand di akun Twitternya, Rabu (9/12/2020).

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia itu menduga pihak oposisi juga akank meminta pemerintah untuk mengucapkan belasungkawa kepada para teroris yang ditembak oleh penegak hukum. “Semakin lucu komentar2 mereka yg sudah terpapar virus radikalisme. Ayo tetap bersatu menjaga NKRI, dukung POLRI dan TNI melawan musuh2 negara,” kata Ferdinand.



Lagipula, sambung Ferdinand, penembakan yang dilakukan terhadap anggota laskar FPI itu dilakukan oleh penegak hukum yang dilindungi UU dan bagian dari tangan negara untuk menegakkan hukum. Jadi tak perlu negara mengucapkan belasungkawa terhadap keenam korban tersebut. 

Sebelumnya, pakar hukum tata negara, Refly Harun mengatakan, Presiden Jokowi harusnya tampil mengucapkan rasa belasungkawa atas meninggalnya 6 warga sipil yang tewas ditembak aparat kepolisian.

Refly menilai, belasungkawa dari Jokowi setidaknya sebagai rasa kemanusiaan. “Pak Jokowi, rasanya untuk kemanusiaan, tidak ada salahnya ucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya rakyat pak Presiden sendiri,” ucap Refly Harun dilansir chanel YouTubenya, Rabu (9/12).

Refly mengatakan, belasungkawa Jokowi sebagai tanda kemanusiaan. Seperti halnya pernah diucapkan kepada salah satu artis yang meninggal dunai karena penyakitnya.

“Soal pernyataan belasungkawa dari presiden Jokowi, saya teringat betul ketika ada seorang penyanyi. Dia meninggal dengan sebab yang normal saja. Menderita penyakit, dan Presiden Jokowi mengucapkan belasungkawa. Kita tahu bahwa penyanyi tersebut adalah orang yang mendukung presiden Jokowi baik pada berpolitik sehari-hari jokowi, maupun pada Pilpres,” jelas Refly Harun.
 

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani