Netral English Netral Mandarin
11:19wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
Presiden Jokowi Angkat Megawati sebagai Pengarah BRIN, Christ Wamea: Sangat Rendah Sekali kalau Mau

Selasa, 04-Mei-2021 10:55

Ketum PDIP  Megawati Soekarnoputri
Foto : PDI Perjuangan
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Christ Wamea menanggapi keputusan Presiden Joko Widodo yang  mengangkat Megawati menjadi  pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Menurut Christ, jika Megawati mau menjabat, maka statusnya justru menjadi sangat rendah sekali. 

“Sbnrnya sbg Presiden RI ke-5 &  Ketum PDIP itu jauh lebih terhormat dimata rkyt Indonesia & dunia. Sdh pasti apa yg disampaikan dgn dua posisi diatas akan didengar & dijalankan olh presiden & pembantu2 termasuk BPIP & BRIN. Sgt rendah sekali klu mau jd pengarah scr struktur,” kata Christ Wamea, Selasa 4 Mei 2021.

Sementara sebelumnya diberitakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ditetapkan menjadi dewan pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut keputusan itu sudah tepat.

"Dengan menempatkan BRIN guna mendorong kemajuan Indonesia, maka ketentuan peraturan-perundang-undangan yang menempatkan Ketua Dewan Pengarah BPIP ex officio sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, merupakan keputusan tepat," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Senin (3/5/2021).

"Dengan menempatkan BRIN guna mendorong kemajuan Indonesia, maka ketentuan peraturan-perundang-undangan yang menempatkan Ketua Dewan Pengarah BPIP ex officio sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, merupakan keputusan tepat," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Senin (3/5/2021).

Hasto menyebut Megawati adalah ketua umum partai politik (parpol) yang paling konsisten menyuarakan pentingnya ilmu riset dan teknologi. Megawati merupakan penggagas BRIN.

"Ibu Megawati merupakan ketua umum parpol yang paling konsisten menyuarakan pentingnya penguasaan ilmu-ilmu dasar, riset dan inovasi, dan terus memperjuangkan peningkatan anggaran penelitian 5?ri PDB," ujarnya.

"Beliau juga penggagas awal dari BRIN, dengan mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar BRIN hadir menjabarkan politik Indonesia Berdikari, dengan memfokuskan diri pada penelitian untuk manusia Indonesia, flora, fauna dan teknologi itu sendiri. Semua dibumikan bagi Tanah Air Indonesia," lanjut Hasto.

Hasto menyebut PDIP mendukung penuh adanya BRIN. Hasto lantas bercerita penguasaan ilmu dan teknologi sudah diprioritaskan sejak era Sukarno.

"Para pendiri bangsa seperti Bung Karno dan Bung Hatta merupakan sosok pemimpin negarawan dan sekaligus pembelajar yang baik. Semua menempatkan konsep kemajuan Indonesia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Para pendiri bangsa kental dengan tradisi sebagai pembelajar yang baik yang kedepankan riset dan Inovasi," ujarnya.

Hasto menyebut Bung Karno menempatkan supremasi sains dan teknologi untuk kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Nampak dari keseriusan Bung Karno yang menempatkan lebih dari 600 doktor peneliti pada saat merancang Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana. Ilmu pengetahuan dan teknologi oleh Bung Karno selalu ditempatkan dalam konteks kemajuan dan kejayaan 'Indonesia Raya'," tuturnya dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P