Netral English Netral Mandarin
16:41wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Presiden Jokowi Bakal Perbaiki 15 Hutan Adat di Danau Toba

Sabtu, 07-Agustus-2021 14:53

Danau Toba
Foto : Istimewa
Danau Toba
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bakal menyelesaikan permasalahan kepemilikan 15 hutan adat di Danau Toba, Sumatera Utara pada bulan ini.

Hal itu dikatakan Jokowi saat menerima tim 11 Aksi Jalan Kaki (AJAK) yang mengadukan perusakan lingkungan di Sumatera Utara di Istana yang diwakili oleh Togu Simorangkir. Namun, Jokowi melakukan panggilan video kepada anggota tim lain.

"Iya ini mohon maaf karena pandemi tidak bisa menerima semuanya. Tapi tadi sudah saya sampaikan ke Pak Togu, 15 hutan adat akan saya selesaikan bulan ini," kata Jokowi dalam panggilan video. Video itu diunggah di akun instagram Jokowi, Jumat (6/8/2021).

"Kira-kira berapa luas, 14 ribu hektar. Tadi yang 5 sudah jadi, yang 5, sudah saya tunjukkan ke Pak Togu, nanti biar dibawa copy-nya. Kemudian yang 15 akan saya selesaikan dalam bulan ini, ya," lanjut Jokowi.

Jokowi pun berterima kasih kepada para aktivis lingkungan tersebut yang rela berjalan kaki dari Sumatera Utara hingga Jakarta. Jokowi berpesan kepada semuanya agar selalu menjaga kesehatan.

"Opung Anita mana? Oh iya ada. Anaknya Pak Togu mana, katanya ikut anaknya Pak Togu? Oh ini, oke. Ya hati-hati semuanya. Salam sehat semuanya. Terima kasih, terima kasih," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak. Hal itu guna keberlanjutan kehidupan yang akan datang.

"Kami sepakat bahwa kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak, demi keberlanjutan kehidupan di masa mendatang," tulis Jokowi dalam keterangan video tersebut.

Sebelumnya, perwakilan tim 11 AJAK telah menyampaikan keluhan terkait pencemaran lingkungan kepada Jokowi. Mereka mendesak penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Perwakilan tim 11 AJAK yang bertemu dengan Jokowi di Istana adalah Togu Simorangkir. Mereka melakukan perjalanan ke Istana selama puluhan hari dari Makam Raja Sisingamangaraja XII, di Soposurung, Balige, sejak 14 Juni 2021.

"Jadi pada hari ini setelah kita jalan kaki 44 hari dan sampai di Jakarta dan menunggu selama 9 hari untuk bisa bertemu dengan Bapak Presiden, hari ini kami bertemu dengan Bapak Presiden. Tetapi memang karena pandemi jadi saya sendiri yang bisa masuk ke Istana, dan kita ingin menyampaikan aspirasi, kegelisahan kita, kesedihan kita, kemarahan kita, kemuakan kita atas aktivitas perusahaan perusak lingkungan di Danau Toba," kata Togu kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (6/8/2021).

Togu menjelaskan pihaknya menyampaikan keluhan terkait perusakan lingkungan kepada Jokowi. Menurut Togu, Jokowi juga sempat terkejut mendengarkan aduan tersebut.

"Saya katakan bahwa kita pemerintah sudah membuat Danau Toba sebagai KSPN sudah seharusnya tidak ada aktivitas-aktivitas yang merusak lingkungan di dalamnya. Jadi bapak presiden juga tadi sempat terkejut bahwa ada aktivitas perusak lingkungan yang dipikir beliau itu milik rakyat ternyata itu milik perusahaan jadi, khususnya di perairan Danau Toba ya keramba jaring apung, jadi bapak presiden sangat terkejut tadi mendengar itu," ujar Togu.

Reporter : Sesmawati
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi