Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:12wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Presiden Jokowi: Gaungkan Benci Produk-Produk dari Luar Negeri

Kamis, 04-Maret-2021 19:52

Presiden Joko Widodo
Foto : Istimewa
Presiden Joko Widodo
33

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, salah satu tugas terpenting dari Kementerian Perdagangan adalah membela, melindungi dan memberdayakan usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).

"Kita harus membela, melindungi dan memberdayakan UMKM kita agar naik kelas. Ini adalah salah tugas terpenting Kementerian Perdagangan," kata Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, dilansir dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021).

Selain itu, Presiden juga menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan harus punya kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengembangkan pasar produk nasional.

Sebagai contoh, Jokowi ingin agar lokasi strategis atau ruang depan pusat-pusat perbelanjaan diisi produk-produk nasional, khususnya UMKM.

"Misalnya dengan mendukung program 'Bangga Buatan Indonesia'. Pusat perbelanjaan, mall, harus terus didorong. Jakarta sampai ke daerah dorong untuk memberikan ruang bagi produk-produk Indonesia, khususnya UMKM," ujarnya.

"Jangan sampai ruang depan, lokasi-lokasi strategis justru diisi oleh brand-brand dari luar negeri. Ini harus mulai, geser, mereka (brand dari luar negeri) digeser ke tempat yang tidak strategis. Tempat yang strategi, lokasi yang baik berikan ruang untuk brand-brand lokal," jelasnya.

Hal tersebut, lanjut Presiden, merupakan salah satu cara untuk menbranding produk-produk dalam negeri. "Branding harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia dibandingkan produk luar negeri," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, dengan jumlah penduduk yang begitu besar, seharusnya Indonesia memiliki konsumen yang loyal terhadap produk-produk dalam negeri.

"Karena penduduk Indonesia, penduduk kita berjumlah lebih dari 270 juta jiwa, seharusnya adalah konsumen yang paling loyal untuk produk-produk kita sendiri, 270 juta adalah jumlah yang besar, pasar yang besar," terangnya.

Untuk itu, Presiden kembali mengingatkan agar kampanye cinta produk-produk Indonesia terus digaungkan, serta gaungkan juga untuk membenci produk-produk dari luar negeri.

 

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia, harus terus digaungkan, produk-produk dalam negeri. Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri," tutur Presiden.

Jokowi menegaskan, kampanye cinta produk dalam negeri dan benci produk luar negeri penting dilakukan agar masyarakat menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia. 

"Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri. Sehingga, betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia," tandasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli