3
Netral English Netral Mandarin
23:05 wib
Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan di beberapa provinsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini, atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang.
Presiden Minta Dikritik Malah Timbul Polemik, Ruhut: Barisan Sakit Hati dan Kadrun Merasa Kecolongan Ya?

Jumat, 12-Februari-2021 09:40

Politisi Ruhut Sitompul
Foto : Twitter
Politisi Ruhut Sitompul
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Ruhut Sitompul meminta kubu oposisi agar jangan terlalu reaktif dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat lebih banyak memberikan kritik kepada pemerintah. Menurut Ruhut, tidak ada yang salah dari pernyataan Presiden Jokowi itu.

Malah justru para barisan sakit hati dan tokoh oposisi yang memanfaatkannya dengan mengalihkan topik menjadi penyingkiran buzzer pemerintah agar masyarakat tidak takut memberikan kritik.

“Presiden RI ke 7 Bpk Joko Widodo minta dikritik dimana salahnya ?, Barisan Sakit Hati dan Kadrun2 merasa kecolongan ya jgn pada marah ach kalau semakin kalap semua apa yg dikerjakan Pak Jokowi dikatakan salah hati lama2 bisa Strokeeeeeee nggak bisa ikut Pemilu 2024 MERDEKA,” tulis Ruhut di akun Twitternya, Kamis (11/2/2021).

Sebelumnya, klarifikasi soal buzzer yang dituduh digunakan oleh pemerintah diberikan oleh Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian. Donny mengakui buzzer penguasa memang ditujukkan untuk membela kebijakan pemerintah. Meski begitu, dia menekankan bahwa buzzer yang mendengungkan kebijakan di media sosial bekerja sendiri dan tidak diorganisir oleh pemerintah.

"Pemerintah bekerja dan menyampaikan hasil pekerjaannya melalui jubir-jubir yang ada. Ketika ada buzzer yang berinisiatif untuk bertarung di media sosial membela pemerintah, itu hak mereka," jelasnya.

Dia mengklaim pemerintah tidak pernah meminta para buzzer menyampaikan sejumlah kebijakan di media sosial. Menurut dia, wajar apabila ada pihak-pihak yang membela atau mengkritisi kebijakan pemerintah.

"Jika ada pihak-pihak yang menyerang, membela, itu sesuatu yang alamiah. Ada pihak yang membela, ya memang begitu dinamika media sosial. Jangankan pemerintah, pribadi pun ketika diserang ada yang membela kan," tutur Donny.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati