Netral English Netral Mandarin
22:48wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Presiden Minta Kasus Sanksi WADA Diinvestigasi dan Diumumkan ke Publik

Sabtu, 23-Oktober-2021 21:40

Presiden Jokowi sikapi sanksi WADA terhadap LADI
Foto : Istimewa
Presiden Jokowi sikapi sanksi WADA terhadap LADI
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kasus sanksi Badan Anti Doping Dunia (WADA) terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) agar diselesaikan secepat mungkin. Presiden juga minta kasus itu diinvestigasi dan hasilnya disampaikan secara terbuka kepada publik.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali usai rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Jokowi dan Ketua Umum LADI di di Istana Negara, Jumat (22/10/2021).

Ratas tersebut membahas terkait adanya sanksi dari WADA terhadap LADI karena dianggap belum patuh terhadap prosedur penanganan doping di tanah air yang berujung bendera Merah Putih tidak dapat dikibarkan pada saat tim bulutangkis Indonesia menjuarai Piala Thomas beberapa waktu lalu.

Menpora mengatakan, Presiden Jokowi turut memantau dan mencermati perkembangan kasus ini. Sehingga dalam ratas tersebut, lanjut Amali, dirinya melaporkan terkait situasi terakhir penanganan kasus tersebut dan juga melaporkan upaya-upaya yang dilakukan Kemenpora dan LADI membentuk tim akselerasi dan investigasi terkait sanksi WADA terhadap LADI tersebut.

“Saya melaporkan kepada Pak Presiden, tim ini tugasnya dua yakni untuk mempercepat pemenuhan LADI terhadap apa yang dimintakan oleh WADA supaya tidak komplais itu dicabut dan menjadi komplais. Kedua adalah menginvestigasi kenapa itu terjadi,” ujar Amali dilansir dari laman resmi Kemenpora, Sabtu (23/10/2021).

Menurut Amali, dalam ratas ini, Presiden Jokowi memberikan sejumlah arahan. Pertama, Presiden meminta untuk segera memenuhi apa yang diminta WADA pada LADI.

“Itu arahan langsung beliau, dalam waktu yang secepat-cepatnya (memenuhi permintaan WADA) dan pak Ketum LADI tadi menyampaikan sekarang sudah dalam progress, kita berusaha supaya bisa selesai dalam waktu yang sesingkat- singkatnya,” ujarnya.

Selain itu, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa selama masa urusan dengan WADA belum selesai, maka dipersilahkan untuk dilakukan pendampingan dari pihak lain diantaranya lembaga anti doping Jepang (JADA) yang akan mensupervisi Indonesia masih dalam masa bench.

“Mudah-mudahan itu bisa dilakukan karena Jepang berkomitmen untuk membantu Indonesia supaya segera menyelesaikan masalah ini,” ungkap Amali.

Selanjutnya, Presiden Jokowi meminta agar kasus doping ini dilakukan investigasi sehingga diketahui penyebab dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. 

“Semua hasil dari investigasi itu, arahan beliau diumumkan secara terbuka kepada publik. Tidak boleh ada yang ditutupi. Itu pak presiden menyampaikan, ini siapa yang misalnya kalau ada yang terlibat, ada yang tanggung jawab presiden disampaikan ini harus diumumkan,” jelas Amali.

Dalam kesempatan itu, Menpora Amali mengaku telah menyampaikan bahwa dirinya sudah membentuk tim investigas tersebut yang terdiri dari 7 orang. 2 orang dari NOC Indonesia, 2 orang dari perwakilan LADI, 2 orang dari perwakilan dari cabang olahraga Bulu Tangkis sebagai cabor yang sedang bertanding dan 1 orang dari pemerintah.

“Saya sampaikan pada Presiden yang seperti itu dan beliau menyambut baik supaya langkah-langkah ini lebih diakselerasi. Dan kita, yang kita utamakan adalah bagaimana supaya LADI segera memenuhi apa yang diminta oleh WADA supaya komplais. Jadi itu konsentrasi kita kesitu secara paralel nanti juga akan diinvestigasi ini tidak bisa tidak terulang lagi,” tegasnya.

Menpora Amali menegaskan bahwa meski telah dibentuk tim tersebut, namun tetap leading sektornya adalah LADI. Tim dan pemerintah yang tergabung di dalamnya posisinya untuk membantu LADI. Sebab, WADA hanya menerima komunikasi langsung dengan Lembaga Anti Doping Indonesia.

“Presiden memahami dan tentu beliau memantau langkah-langkah yang akan kita lakukan selanjutnya setiap hari kita berkomunikasi. Mudahan olahraga kita makin baik kedepan dan kita patuh terhadap seluruh aturan-aturan internasional,” pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi