Netral English Netral Mandarin
01:13wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
Presiden PKS Sebut Gubernur Anies Berpotensi Menangi Pilpres 2024, Ini Alasannya

Jumat, 28-Mei-2021 06:10

Presiden PKS Ahmad Syaikhu (tengah) didampingi Ketua DPW PKS Aceh Makhyaruddin Yusuf (kanan) dan Ketua DPP PKS DPW Sumbagut Hendry Munief (kiri) saat memberikan keterangan dalam konferensi pers, di Ba
Foto : Antara
Presiden PKS Ahmad Syaikhu (tengah) didampingi Ketua DPW PKS Aceh Makhyaruddin Yusuf (kanan) dan Ketua DPP PKS DPW Sumbagut Hendry Munief (kiri) saat memberikan keterangan dalam konferensi pers, di Ba
9

BANDA ACEH, NETRALNEWS.COM - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyebutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki potensi menang pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. 

"Kita melihat memang ada potensi yang sangat besar pada pak Anies (menangi Pilpres 2024)," kata Ahmad Syaikhu dalam jumpa pers, di Banda Aceh, Kamis (27/5/2021) malam. 

Keyakinan Syaikhu terhadap Anies karena ia melihat beberapa hasil survei dari lembaga survei menunjukkan dan menghasilkan peringkat yang baik untuk Gubernur DKI Jakarta tersebut."Peringkat survei Anies kalau tidak kesatu, kedua atau ketiga, ya seperti itu, dan pak Anies selama ini selalu bersama PKS sejak jadi Gubernur DKI, mudah-mudahan dukungan ini terus diberikan," ujarnya. 

Syaikhu menegaskan dalam pemberian dukungan, PKS selalu memilih orang yang mempunyai peluang besar menjadi pemimpin atau tidak asal-asalan menunjuk. 

"Pedoman yang diambil PKS adalah orang yang berpeluang menang, tidak asal tunjuk," kata Syaikhu.Meski demikian, lanjut Syaikhu, jika mengacu pada amanah musyawarah nasional (munas), PKS harus berupaya mencalonkan kader sendiri. Namun, permasalahannya sampai hari ini belum ada kader PKS yang muncul ke publik. 

"Belum muncul ini mungkin juga karena surveinya belum dimasukkan, padahal kalau dimasukkan kita tahu seberapa jauh masyarakat menerima kader PKS," demikian Syaikhu.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli